Tradisi berbagi makanan setiap Jumat atau yang dikenal sebagai Jumat Berkah kian membuka peluang usaha kuliner di Yogyakarta. Tren sedekah dengan membagikan makanan seusai salat Jumat di masjid-masjid dinilai menghadirkan pasar baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam program Obrolan UMKM Pro2 Jogja pada Senin, 16 Februari pekan lalu, Tri Subianto, pemilik Dapoer Abang Adek, menceritakan awal mula merintis usaha kuliner berbasis kebutuhan Jumat Berkah. Ia memulai usaha tersebut setelah pandemi Covid-19 melanda.
Setelah memasuki masa pensiun, Tri bersama istrinya mencari sumber penghasilan baru bagi keluarga. Melihat peluang dari kebutuhan konsumsi untuk kegiatan berbagi di masjid, ia memproduksi nasi bakar ayam suwir dengan merek Waroeng Abang Adek.
Tri memasarkan produknya melalui WhatsApp kepada calon pemesan yang ingin menyediakan makanan untuk kegiatan Jumat Berkah. Ia menilai potensi pasar ini besar, salah satunya karena jumlah masjid yang banyak. “Jadi sebetulnya saya pelajari bahwa potensi dari Jumat Berkah itu luar biasa sekali. Saya sempat cari di Google, di Sleman itu saja 2.500 lebih masjid yang terdaftar,” ujar Tri.
Menurutnya, ribuan masjid tersebut berpotensi menjadi titik distribusi pesanan makanan setiap pekan. Pesanan datang dari berbagai pihak, mulai individu hingga komunitas pengajian, dengan jumlah yang bervariasi dari lima hingga ratusan kotak.
Untuk pengantaran, Tri menyebut distribusi dilakukan langsung ke masjid atau titik berbagi. Konsumen juga menerima dokumentasi sebagai bentuk transparansi layanan.
Meski demikian, Tri mengakui ada tantangan saat beralih dari karyawan menjadi pengusaha. Salah satunya menjaga konsistensi promosi ketika pesanan belum stabil. “Jadi memang namanya bisnis itu tidak bisa sendiri, harus sering berpartner dan membuka relasi seluas-luasnya. Itu menjadi penting untuk menambah pintu-pintu rejeki ya,” katanya.
Sejalan dengan itu, pendiri Bahana UMKM Bergerak Sleman—wadah yang mewadahi relasi pegiat UMKM—menyebut sedekah pada hari Jumat belakangan banyak diwujudkan dengan berbagi makanan di masjid-masjid setelah salat Jumat. “Akhirnya hal ini menjadi tren baru orang bersedekah,” katanya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, Jumat Berkah kini berkembang menjadi pasar baru bagi pelaku UMKM di Yogyakarta. Bahkan, sejumlah UMKM yang tergabung dalam Bahana UMKM Bergerak disebut berani memfokuskan usaha kulinernya untuk pengadaan makanan Jumat Berkah.

