BERITA TERKINI
Viral Bisnis Kuliner Pinkan Mambo: Dari Donat hingga Katering Masakan Rumah dengan Harga Tinggi

Viral Bisnis Kuliner Pinkan Mambo: Dari Donat hingga Katering Masakan Rumah dengan Harga Tinggi

Penyanyi Pinkan Mambo belakangan kembali ramai dibicarakan di media sosial, bukan karena karya musik terbaru, melainkan karena bisnis kulinernya. Setelah sempat viral lewat penjualan donat dengan harga ratusan ribu, Pinkan kini menjalankan usaha katering masakan rumah yang juga menuai perhatian karena banderolnya dinilai tidak umum untuk makanan rumahan.

Salah satu menu yang paling banyak diperbincangkan adalah tumis kangkung atau kangkung belacan yang dijual seharga Rp150.000 per porsi. Harga tersebut memicu beragam reaksi warganet dan membuat sejumlah food vlogger ikut mencoba. Food vlogger Meimei Mecin, misalnya, mengomentari pembelian menu tersebut dalam video yang beredar luas. “Kak Pinkan, kangkung Rp150 ribu. Saya juga enggak tahu kenapa beli, saya lagi kehilangan akal sehat,” ujarnya. Ia mengakui rasanya enak dan beraroma masakan rumahan, namun menilai cita rasanya tetap seperti kangkung pada umumnya. “Enak, kayak kangkung. Cuma ya enggak Rp150 ribu juga, Kak Pinkan! Kayak masakan mama-mama rumahan aja,” katanya.

Selain sayuran, usaha katering Pinkan juga menawarkan menu lauk khas Manado. Ayam woku dibanderol Rp250.000 per porsi, dengan pilihan lain berupa ayam rica yang harganya disebut tidak jauh berbeda. Food vlogger Anak Kuliner menilai porsi lauk dari katering Pinkan tergolong banyak dan bisa untuk 4–5 orang, meski ia menyebut bumbu ayam wokunya kurang kuat.

Menu lain yang juga menarik perhatian adalah capcay seharga Rp150.000 per porsi, setara dengan harga tumis kangkungnya. Ada pula ikan teri kemangi dabu-dabu yang dijual Rp250.000 per porsi, angka yang membuat sebagian warganet membandingkannya dengan menu sederhana yang lazim ditemui di warung makan.

Sebelum merambah ke katering, Pinkan lebih dulu viral lewat donat kampung yang dijual mulai Rp130.000 hingga Rp200.000 per lusin. Ia juga disebut menyediakan opsi “fast track” bagi pembeli yang tidak ingin antre, dengan biaya yang bisa mencapai jutaan rupiah. Selain itu, Pinkan turut menjual pisang goreng yang harganya mencapai Rp200.000 per kotak, meski pada waktu tertentu disebut dapat turun menjadi Rp150.000.

Deretan harga tersebut memunculkan spekulasi di kalangan warganet bahwa penetapan banderol tinggi menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan sensasi dan memancing rasa penasaran publik. Namun pada akhirnya, penilaian apakah rasa dan porsi sepadan dengan harga kembali bergantung pada pertimbangan dan selera masing-masing.