Manokwari—Produk UMKM Ms Deda lahir dari inovasi memanfaatkan pangan lokal yang mudah diperoleh. Pemiliknya, Marlia Siska Deda, memulai usaha dari rumah dengan pertimbangan fleksibilitas tempat, efisiensi modal, serta keinginan memanfaatkan waktu luang secara produktif.
Menurut Marlia, ide usaha lulur muncul saat produk serupa ramai diperbincangkan di media sosial. Ia melihat peluang untuk mencoba berwirausaha karena bahan baku mudah didapat, termasuk dari mama-mama Papua. Pada tahap awal, Marlia kerap memberikan bonus tester kepada pelanggan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk.
Selain lulur, Marlia juga memproduksi kuliner bola ubi lumer coklat yang mulai dijalankan pada 2024. Ia menyebut bahan baku untuk produk tersebut juga mudah diperoleh, dan berencana mengembangkan varian rasa lain seperti keju dan stroberi.
Saat ini, olahan ubi lumer coklat dijual seharga Rp30.000 untuk kemasan matang maupun frozen. Sementara lulur kemasan 100 gram dipasarkan dengan harga Rp25.000. Dalam beberapa kesempatan, Marlia memberikan bonus lulur kepada pelanggan yang membeli ubi lumer coklat.
Marlia menambahkan, olahan ubi ungu produksi Ms Deda dapat dinikmati semua kalangan usia dan disebut aman untuk anak-anak. Ia juga menyampaikan bahwa olahan ubi dinilai baik untuk metabolisme tubuh. Dari sisi kemasan, Ms Deda menggunakan desain yang menarik dan ramah lingkungan.
Untuk pemasaran, Marlia menjalankan strategi gabungan dengan mengikuti pameran UMKM di Manokwari secara luring serta memanfaatkan media sosial secara daring. Ia menekankan bahwa pengembangan usaha membutuhkan konsistensi, inovasi, dan kerja keras. Marlia juga menyebut pentingnya menetapkan tujuan yang jelas, membuat sistem otomatisasi, dan membangun kebiasaan konsisten agar bisnis tetap berjalan.

