BERITA TERKINI
Tren Kuliner Lebaran 1447 H Bergeser, Menu Tanpa Santan Diprediksi Makin Diminati

Tren Kuliner Lebaran 1447 H Bergeser, Menu Tanpa Santan Diprediksi Makin Diminati

Menjelang Idulfitri 1447 H, persaingan bisnis kuliner di Indonesia diperkirakan mengalami pergeseran. Jika pada tahun-tahun sebelumnya menu bersantan seperti opor dan gulai kerap mendominasi sajian Lebaran, kali ini permintaan konsumen terhadap hidangan tanpa santan diprediksi meningkat tajam.

Berdasarkan pengamatan pasar, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menjadi pendorong utama perubahan tren tersebut. Kondisi ini mulai dilirik pelaku usaha katering dan UMKM kuliner untuk menghadirkan variasi menu yang dinilai lebih ringan, namun tetap memiliki nilai jual.

Sejumlah menu yang diproyeksikan menjadi pilihan utama dalam paket hantaran maupun katering Lebaran antara lain olahan protein kaya rempah, seperti Ayam Woku dan Rawon Daging. Keduanya menawarkan cita rasa gurih tanpa bergantung pada lemak santan.

Selain itu, menu bakar-bakaran juga diperkirakan tetap diminati, terutama untuk acara keluarga besar. Beberapa di antaranya adalah Gurami Bakar dan Sate Kambing Bumbu Kacang, yang kerap diposisikan sebagai opsi premium.

Dari sisi strategi penjualan, pelaku bisnis disebut dapat menawarkan paket bertema “Lebaran Sehat” dengan melengkapi menu menggunakan sayur bening atau sayur sop. Paket semacam ini dinilai berpotensi menarik segmen pasar menengah ke atas yang mulai membatasi asupan kolesterol saat hari raya.

Keunggulan lain dari hidangan non-santan adalah aspek ketahanan makanan. Berbeda dengan masakan bersantan yang cenderung lebih cepat basi atau menjadi asam, hidangan berbasis kaldu tipis dinilai lebih mudah dikelola, termasuk untuk pengiriman jarak jauh.