Pengelolaan bisnis kuliner tidak hanya berkaitan dengan rasa dan pelayanan, tetapi juga mencakup rantai operasional yang kompleks, mulai dari pasokan bahan baku, pencatatan pesanan, hingga pelaksanaan program promosi. CEO Runchise, Daniel Witono, menilai kompleksitas tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan solusi yang dapat membantu pelaku usaha menjalankan operasional secara lebih rapi dan efisien.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Runchise menghadirkan sistem operasional terintegrasi yang dirancang khusus bagi pemilik bisnis kuliner, terutama di segmen enterprise. Platform ini mencakup fitur Supply Chain Management, Point of Sales (POS), integrasi dengan layanan online food delivery, serta sistem QR Dine-In.
Selain fitur utama tersebut, Runchise juga menyediakan tampilan dapur digital, sistem pemesanan mandiri, manajemen meja, multi-station ordering, pengelolaan diskon dan promosi, program keanggotaan (membership), laporan komprehensif, hingga prediksi penjualan harian.
“Kami hadir untuk menyediakan solusi lengkap pada bisnis kuliner. Selain dari sisi pemilik bisnis, sistem kami dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan,” ujar Daniel.
Menurut Daniel, integrasi sistem diharapkan membantu pelaku usaha kuliner mengembangkan bisnis secara lebih efektif dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengelolaan yang baik tidak hanya berdampak pada operasional internal, tetapi juga berpengaruh pada pengalaman pelanggan.
“Kami memahami berbagai tantangan yang dihadapi pelaku bisnis kuliner, mulai dari pengelolaan stok hingga pencatatan transaksi dan pemesanan oleh pelanggan,” tuturnya.
Runchise pertama kali hadir di Indonesia pada 2022. Perusahaan ini menyatakan terus mengalami pertumbuhan dan saat ini telah bekerja sama dengan lebih dari 2.000 brand.

