Bulan suci Ramadhan tidak hanya menghadirkan suasana religius bagi umat Muslim, tetapi juga membuka peluang usaha, terutama di bidang kuliner. Salah satu menu yang banyak diminati masyarakat untuk berbuka puasa adalah ayam geprek, yang dikenal dengan rasa pedas dan gurih serta harga yang relatif terjangkau.
Di berbagai daerah, pelaku usaha kuliner memanfaatkan momentum Ramadhan dengan membuka lapak atau menambah produksi ayam geprek menjelang waktu berbuka. Permintaan yang meningkat pada sore hingga malam hari membuat menu ini menjadi pilihan praktis bagi masyarakat yang mencari hidangan mengenyangkan.
Hal serupa dilakukan Nanda Wati melalui Warung Ayam Geprek AA Jatra Cunda, Lhokseumawe. Dalam program live Berkah Ramadhan - Ramadhan Jadi Cuan pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 12.00, ia menceritakan usaha yang telah dirintis sekitar dua tahun. Menurutnya, aroma ayam goreng yang dipadukan dengan sambal khas olahan Aa Jatra—yang merupakan pasangannya—kerap menarik perhatian pembeli yang mencari menu berbuka.
Selama bulan puasa, penjualan ayam geprek di warung tersebut disebut meningkat signifikan, terutama menjelang berbuka hingga malam. Warung itu juga menyediakan paket “murmer” seharga Rp15.000 yang berisi nasi, ayam geprek, dan es teh.
Saat ditanya mengenai saran bagi pemula, Nanda menekankan pentingnya kreativitas dalam menarik minat pembeli. Sejumlah pedagang, kata dia, menawarkan variasi sambal maupun paket hemat untuk berbuka bersama keluarga. Inovasi semacam ini turut membuat ayam geprek semakin diminati, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa yang mencari makanan dengan harga bersahabat.
Nanda yang juga tenaga pengajar di MAN Lhokseumawe menilai bisnis ayam geprek dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan di bulan Ramadhan. Namun, ia mengingatkan pelaku usaha untuk tetap menjaga kualitas makanan, kebersihan, serta pelayanan kepada pelanggan, dan mengajak untuk bersedekah sebagai bagian dari upaya menghadirkan keberkahan.

