Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah dan refleksi spiritual, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap makanan ringan dan hidangan berbuka puasa (takjil) kerap terjadi pada sore hari, membuka ruang bagi UMKM untuk memaksimalkan penjualan menjelang waktu berbuka.
Takjil merujuk pada makanan dan minuman ringan yang dikonsumsi untuk mempercepat berbuka puasa. Ragam produk yang ditawarkan UMKM pun beragam, mulai dari menu tradisional seperti kolak pisang, biji salak, dan es kelapa muda, hingga gorengan serta camilan modern yang disesuaikan dengan selera pasar. Tingginya permintaan terhadap variasi menu tersebut menjadikan usaha kuliner berbasis takjil sebagai salah satu peluang yang menjanjikan selama Ramadan.
Di berbagai daerah, bazar takjil menjadi salah satu fenomena yang ikut menggerakkan ekonomi lokal. Kegiatan semacam ini biasanya digelar pemerintah daerah atau komunitas setempat dan berlangsung hampir sepanjang bulan puasa. Salah satu contoh yang disebutkan adalah bazar takjil di Kabupaten Sumenep, yang melibatkan ratusan UMKM kuliner dengan berbagai pilihan menu buka puasa, dari makanan tradisional hingga minuman segar. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, bazar juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan harian para pelaku UMKM.
Perputaran uang di bazar takjil memberi kesempatan bagi UMKM kecil untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun relasi dengan konsumen baru. Momentum Ramadan juga kerap disebut sebagai periode peningkatan penjualan bagi UMKM kuliner, seiring lonjakan permintaan yang terjadi selama bulan puasa.
Pada tingkat nasional, Kementerian Koperasi dan UKM menyebut Ramadan sebagai “musim panen” bagi pengusaha UMKM kuliner karena permintaan yang meningkat drastis. Fenomena “war takjil” yang kerap viral di media sosial juga menjadi gambaran bagaimana tingginya antusiasme masyarakat terhadap takjil dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan penghasilan.
Dukungan pemerintah disebut hadir melalui kemudahan perizinan, pelatihan, akses pembiayaan, serta penyediaan atau alokasi area berjualan agar aktivitas usaha dapat berjalan aman dan nyaman. Secara umum, UMKM kuliner takjil dan menu buka puasa dinilai berperan penting dalam menggerakkan ekonomi lokal selama Ramadan, sekaligus menjadi peluang usaha bagi masyarakat yang mampu menangkap peningkatan permintaan di waktu-waktu menjelang berbuka.

