Ramadan 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi pelaku usaha, terutama di sektor kuliner. Selama bulan suci, permintaan makanan dan minuman cenderung meningkat, khususnya menjelang waktu berbuka puasa dan sahur. Kondisi ini membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha, baik skala rumahan maupun yang dikelola lebih profesional.
Berdasarkan informasi yang dimuat umkm.go.id pada Sabtu, 28 Februari 2026, ada sejumlah strategi yang dapat diterapkan untuk memulai dan mengembangkan usaha kuliner selama Ramadan.
Pertama, pelaku usaha disarankan menentukan menu yang sesuai kebutuhan pasar. Pilihan menu berbuka seperti takjil, aneka gorengan, es buah, kolak, hingga makanan berat yang praktis disebut masih menjadi favorit. Produk yang dipilih sebaiknya mudah dibuat, memiliki bahan baku yang stabil, dan sesuai dengan selera masyarakat sekitar.
Kedua, kualitas dan kebersihan menjadi faktor penting. Kualitas rasa dinilai dapat mendorong pelanggan melakukan pembelian ulang. Sementara itu, kebersihan proses produksi dan kemasan diperlukan untuk membangun kepercayaan konsumen, seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aspek higienitas.
Ketiga, promosi melalui media sosial dan platform digital dapat dimaksimalkan. Kanal seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook disebut efektif untuk menjangkau pelanggan. Penyajian foto yang menarik, deskripsi singkat, serta testimoni pelanggan dapat membantu meningkatkan daya tarik produk.
Keempat, penerapan sistem pre-order dapat menjadi langkah untuk mengontrol jumlah produksi sehingga mengurangi risiko pemborosan bahan dan kerugian. Sistem ini juga memberi kepastian jumlah pesanan setiap hari.
Kelima, perhitungan modal dan penetapan harga perlu dilakukan secara cermat. Biaya bahan baku, kemasan, hingga distribusi disarankan dihitung secara detail agar harga tetap kompetitif dan usaha tetap memperoleh keuntungan yang wajar.
Keenam, pelaku usaha dapat menawarkan promo untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama. Promo dapat berupa paket berbuka, diskon untuk pembelian tertentu, atau bonus minuman.
Ramadan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga membuka peluang ekonomi. Dengan perencanaan yang matang, inovasi menu, dan strategi pemasaran yang tepat, usaha kuliner selama Ramadan 2026 berpotensi memberikan hasil maksimal serta membuka peluang rezeki baru bagi masyarakat.

