Pandemi COVID-19 pada 2020 mengguncang perekonomian dan membuat banyak usaha kecil di Balikpapan terpuruk. Di tengah situasi itu, pasangan suami istri Fajar (34) dan Yulia (34) justru memulai langkah baru dengan merintis usaha kuliner bernama Boxku Food.
Fajar menuturkan, keputusan berjualan makanan muncul setelah keduanya terdampak kondisi kerja. Ia yang bekerja di kantor pelayaran terkena imbas pandemi, sementara Yulia berhenti bekerja di sebuah klinik kecantikan. “Dulu waktu COVID itu kami cuma mikir, gimana caranya bisa tetap hidup. Saya kena dampak dari kantor pelayaran, sementara istri juga berhenti kerja di klinik kecantikan. Akhirnya kami sepakat, ya udah, jual makanan aja,” kata Fajar saat ditemui di Sruput Space Coffee, Jalan Mekar Sari, Balikpapan, Minggu (19/10/2025).
Yulia mengingat masa itu sebagai titik ketika ia harus menutup lembar pekerjaan lama dan memulai dari nol. Ia mengaku sempat ragu, namun memilih mencoba. “Awalnya enggak yakin bisa. Tapi saya pikir, kalau masak bisa bantu dapur sendiri, kenapa enggak dicoba buat bantu dapur orang lain juga,” ujarnya.
Boxku Food bermula dari dapur kecil di rumah kontrakan mereka di kawasan Balikpapan Selatan. Dengan peralatan seadanya, keduanya bereksperimen membuat masakan rumahan. Mereka juga mengakui tidak memiliki pengalaman profesional di bidang kuliner dan belajar semuanya dari awal.
Selain memasak, Fajar mempelajari desain dan promosi digital untuk memperkenalkan usaha mereka. Ia menghabiskan waktu malam dengan menonton tutorial di YouTube, mulai dari membuat logo, menyusun konten Instagram, hingga memotret produk. “Pokoknya asal bisa tampil rapi dan menarik di media sosial,” ucapnya.
Nama Boxku Food dipilih sebagai permainan kata dari “bosku”, yang menurut Fajar mencerminkan gaya santai orang Balikpapan. Karena makanan mereka dikemas dalam kotak, kata tersebut dipelesetkan menjadi “boxku” agar terdengar lebih pas, termasuk untuk tagline yang mereka gunakan. “Mantap memang ya kan,” sambung Fajar.
Ketika pandemi meluas dan pembatasan sosial diberlakukan, pola pemesanan makanan secara daring meningkat. Dalam periode itu, Boxku Food mulai mendapat perhatian. Fajar dan Yulia mengantarkan pesanan sendiri hingga ke depan rumah pelanggan tanpa kontak langsung, dan dari situ nama Boxku Food perlahan dikenal.
Menu yang ditawarkan tergolong sederhana, seperti ayam goreng, sambal, dan lauk rumahan lainnya. Namun, keduanya menekankan cita rasa masakan rumahan sebagai identitas utama. Usaha yang awalnya ditujukan untuk bertahan hidup itu kemudian berkembang menjadi sumber penghidupan utama.
Setelah pandemi mereda, Fajar dan Yulia memilih beristirahat sejenak. Mereka menggunakan waktu dua tahun untuk menata kembali keuangan dan menyusun rencana bisnis.
Pada 2025, keduanya menyebut ada tanda kebangkitan baru. Sejumlah pelanggan lama kembali menghubungi mereka lewat pesan pribadi, menanyakan kapan Boxku Food akan kembali beroperasi.

