MAKASSAR — Nurjannah, pengusaha asal Makassar, menilai keberhasilan pelaku UMKM tidak selalu ditentukan oleh promosi digital yang masif. Ia mengaku strategi pemasaran dari mulut ke mulut atau “getok tular” masih efektif untuk menjaga omzet usahanya tetap stabil.
Menurut Nurjannah, komunikasi konvensional dan menjaga hubungan baik antarmanusia tetap menjadi kekuatan utama dalam menjalankan usaha. Nurjannah yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah TK mengatakan keterlibatannya di Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Makassar memberinya banyak pelajaran tentang karakter pengusaha.
“Wadah organisasi IWAPI bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang untuk saling menguatkan saat ada anggota yang mengalami kemunduran bisnis,” kata Nurjannah dalam program Teras UMKM RRI Pro 4 Makassar, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menyebut dukungan moral dari sesama anggota IWAPI menjadi faktor utama yang mendorongnya kembali berbisnis setelah sempat vakum. Dalam operasional usahanya, Nurjannah juga melibatkan ibu-ibu di sekitar lingkungan yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
“Saya memberdayakan ibu-ibu di sekitar lingkungannya yang tidak memiliki pekerjaan tetap,” kata Nurjannah.
Ia menegaskan, para ibu yang membantu usahanya tidak dipandang sebagai karyawan, melainkan bagian dari keluarga besar. Pendekatan ini, menurutnya, menciptakan suasana kerja yang harmonis dan berpengaruh pada kualitas masakan karena diolah dengan rasa kasih sayang dan keceriaan.
Meski tidak aktif berjualan melalui media sosial, Nurjannah mengaku tetap dapat menjangkau pasar yang luas lewat grup-grup komunikasi komunitas. Ia juga rutin memberikan bonus atau sedekah untuk pesanan dalam jumlah besar sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, yang menurutnya mendorong konsumen melakukan pemesanan ulang secara berkelanjutan.
Selain strategi pemasaran, Nurjannah menyoroti tantangan permodalan yang kerap dihadapi pelaku UMKM ketika menerima pesanan besar secara mendadak. Ia menyarankan pengusaha pemula disiplin menabung dan mengelola arus kas agar tidak kelabakan saat permintaan meningkat. Melalui semangat kemandirian tersebut, ia berharap lebih banyak perempuan di Makassar berani melangkah menjadi pengusaha.

