BERITA TERKINI
Ni Luh Sri Enim Kembangkan Paon Enim, Usaha Kuliner Rumahan dari Buleleng yang Menjangkau Berbagai Daerah

Ni Luh Sri Enim Kembangkan Paon Enim, Usaha Kuliner Rumahan dari Buleleng yang Menjangkau Berbagai Daerah

SINGARAJA — Pelaku usaha kuliner di Kabupaten Buleleng, Bali, Ni Luh Sri Enim, menceritakan perjalanan membangun usaha rumahan yang kini dikenal dengan merek Paon Enim. Usaha tersebut dirintis sejak masa pandemi, ketika ia melihat perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung mencari makanan praktis, cepat, dan siap santap.

Bu Enim mengungkapkan, langkah memulai usaha tidak berangkat dari hobi memasak. Ia mengaku tidak terlalu menyukai aktivitas di dapur. Namun, apresiasi dari orang-orang di sekitarnya terhadap masakan yang dibuat menjadi titik balik yang memunculkan semangat untuk belajar dan mencoba hingga akhirnya berkembang menjadi usaha.

“Ketika orang bilang masakan kita enak, itu jadi kebanggaan. Dari situ muncul semangat untuk belajar lagi, mencoba lagi, sampai akhirnya jadi usaha,” ucapnya.

Paon Enim bermula dari produk sambal rumahan yang kemudian berkembang dengan berbagai varian. Sejumlah produk yang menjadi favorit pelanggan antara lain sambal embe, sambal cumi, sambal tuna, dan sambal terasi Bali. Selain sambal, Bu Enim juga menghadirkan bawang goreng, chili oil, serta produk terbaru bakso ayam premium.

Dalam perjalanannya, Bu Enim menghadapi tantangan seperti keterbatasan pengalaman di bidang kuliner, strategi pemasaran, hingga fluktuasi harga bahan baku. Ia menyiasati kondisi tersebut dengan terus belajar, menjaga kualitas produk, membangun relasi, serta memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produknya.

“Kalau bahan naik, kita harus pintar menyiasati. Bisa dengan stok bahan saat harga turun, tapi tetap menjaga kualitas. Saya tidak mau mengurangi komposisi,” katanya.

Saat ini, produk Paon Enim disebut telah dikenal tidak hanya di Buleleng, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain di Indonesia seperti Surabaya, Jakarta, Sumatera, hingga Papua. Produk tersebut juga telah dikirim ke luar negeri melalui sistem titip atau jasa titip oleh pelanggan.

Bu Enim menekankan bahwa konsistensi dan kualitas rasa menjadi kunci dalam menjalankan usahanya. Ia juga berkomitmen menggunakan bahan-bahan lokal tanpa pengawet dan pewarna.

“Ciri khas produk kami adalah olahan bahan lokal tanpa tambahan pengawet dan pewarna. Kami ingin menghadirkan cita rasa Bali yang autentik,” ujarnya.

Selama lima tahun menjalankan usaha, ia menilai pencapaiannya tidak hanya pada peningkatan penjualan, tetapi juga kesempatan membuka lapangan pekerjaan serta memperluas pengenalan produk lokal Bali.

Ia pun berpesan, khususnya kepada perempuan, agar tidak takut memulai usaha dari hal kecil dan tetap konsisten dalam prosesnya.

“Mulai saja dulu. Jangan takut gagal. Yang penting punya mental, mau belajar, dan konsisten,” katanya.