BERITA TERKINI
Modus Penipuan Baru di Layanan Pesan-Antar: Pesanan Makanan Dibawa Pergi Usai Dibatalkan

Modus Penipuan Baru di Layanan Pesan-Antar: Pesanan Makanan Dibawa Pergi Usai Dibatalkan

Kasus penipuan dalam layanan pesan antar makanan kembali menjadi perhatian pelaku usaha kuliner. Seorang pemilik bisnis makanan dengan akun Threads @imelthie membagikan pengalaman terkait dugaan modus baru yang melibatkan oknum pengemudi ojek online.

Peristiwa ini bermula saat seorang pengemudi datang ke warung untuk mengambil pesanan. Pengemudi tersebut menyebutkan nomor pesanan sesuai yang tertera di aplikasi, sehingga staf langsung menyerahkan makanan tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut. Proses serupa sebelumnya disebut kerap berjalan lancar dan tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun sekitar 30 menit kemudian, pengemudi lain datang untuk mengambil pesanan dengan nomor yang sama. Staf warung pun kebingungan karena merasa pesanan tersebut sudah diserahkan sebelumnya. Pemilik usaha kemudian memeriksa status pesanan melalui aplikasi.

Dari pengecekan itu, diketahui pengemudi pertama diduga memanfaatkan celah dengan tidak melakukan konfirmasi “order picked up” di aplikasi. Setelah menerima makanan, ia justru membatalkan pesanan. Akibat pembatalan tersebut, sistem aplikasi secara otomatis mencari pengemudi lain untuk mengambil pesanan yang sama, sementara makanan yang telah diberikan tidak kembali ke pihak warung. Kondisi ini menyebabkan kerugian bagi pelaku usaha.

Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi pelaku usaha F&B yang mengandalkan layanan pengantaran berbasis aplikasi. Prosedur sederhana seperti memastikan status pesanan sebelum menyerahkan makanan dinilai penting untuk mencegah potensi penyalahgunaan.

Untuk menghindari kejadian serupa, @imelthie menyarankan staf melihat langsung proses pengemudi melakukan swipe “order picked up” di aplikasi sebelum pesanan diberikan. Selain itu, nama pengemudi dan status pesanan juga perlu dipastikan sesuai dengan yang tercantum di aplikasi.