Tren ekonomi kreatif pada 2026 disebut menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk pada sektor bisnis berbasis rumah tangga. Kondisi ini mendorong semakin banyak ibu rumah tangga (IRT) melirik peluang usaha yang dapat dijalankan dari rumah tanpa harus meninggalkan kewajiban domestik.
Sejumlah IRT memanfaatkan keterampilan yang berangkat dari hobi, seperti memasak bolu atau membuat kerajinan tangan, untuk menambah penghasilan. Berdasarkan analisis peluang pasar, bisnis kuliner masih menjadi salah satu pilihan utama karena dinilai memiliki permintaan yang stabil.
Usaha katering rumahan maupun penjualan kue basah, seperti bolu pandan dan bolu sarang semut, dapat dimulai dengan modal relatif terjangkau. Kisaran modal yang disebutkan berada pada Rp200.000 hingga Rp500.000, bergantung pada kebutuhan bahan dan perlengkapan yang digunakan.
Fleksibilitas dalam menentukan sistem pre-order (PO) juga dinilai membantu menekan risiko kerugian, terutama karena dapat mengurangi kemungkinan bahan baku terbuang.
Selain kuliner, peluang lain datang dari bidang seni dan kreativitas. Kerajinan tangan disebut memiliki ceruk pasar tersendiri, terutama jika memanfaatkan bahan sederhana atau barang bekas. Dengan pengolahan yang kreatif, bahan tersebut dapat menjadi produk unik yang memiliki nilai ekonomi.

