BERITA TERKINI
Mahasiswi di Jaksel Jalankan Bisnis Rumahan Dimsum Mentai, Omzet Jutaan per Pre-order

Mahasiswi di Jaksel Jalankan Bisnis Rumahan Dimsum Mentai, Omzet Jutaan per Pre-order

Libur kuliah selama dua bulan yang semula terasa membosankan justru menjadi titik awal bagi Fajria Andini Zulfa merintis usaha kuliner rumahan. Berawal dari coba-coba membuat dimsum mentai di rumah, mahasiswi yang akrab disapa Zulfa itu kini menjalankan bisnis bernama Dimsum Mentai Nyoy Jaksel dengan omzet jutaan rupiah setiap kali membuka sistem pre-order (PO).

Usaha tersebut berdiri pada Agustus 2024. Zulfa mengatakan, keputusannya membuka bisnis dipengaruhi kegemarannya pada dimsum mentai serta tren makanan yang menurutnya digemari kalangan Gen Z. “Yang pertama itu karena aku pecinta banget dimsum mentai. Yang kedua, overall Gen Z itu paling suka juga sama dimsum, dan lagi viral banget waktu itu sampai sekarang juga sih,” ujarnya.

Ide berjualan muncul secara tidak terduga saat ia menjalani masa libur kuliah dan merasa jenuh karena tidak memiliki pemasukan tambahan. Sehari sebelum memutuskan memulai usaha, Zulfa sempat mencicipi dimsum mentai bersama orang tua dan sepupunya di Bojong Gede setelah melihat unggahan Instagram kakak tingkatnya. Saat itu, ibunya menyarankan agar ia mencoba membuat sendiri di rumah. “Pas lagi makan, ibu bilang, Kenapa nggak coba bikin aja, bisa lebih hemat. Kalau enak bisa dijual juga. Nah, di situ hati kecil ini kepikiran,” kenangnya.

Beberapa hari setelahnya, Zulfa mulai mencari resep dan mencoba membuat dimsum mentai sendiri. Meski belum mahir melipat dimsum, ia tetap melanjutkan percobaan. Ia juga membeli torch dan gas portabel untuk membakar mentai agar tampilan produknya lebih maksimal. Setelah mendapat persetujuan dari orang tua dan keluarga besar, ia mulai menawarkan dimsum buatannya kepada teman-teman kampus.

Respons positif dari lingkungan terdekat mendorongnya membuka PO melalui Instagram dan WhatsApp. Pada 12 September 2024, bertepatan dengan ulang tahunnya, Zulfa mengadakan promo khusus yang disebutnya dibanjiri pesanan. Seiring waktu, ia juga mendapatkan pelanggan tetap, termasuk dari satu kantor.

Dalam proses produksi, Zulfa mengerjakan hampir seluruh tahapan sendiri, mulai dari meracik bumbu, membuat adonan, membentuk dimsum, menyiapkan mentai, hingga membuat chilli oil. Ketika pesanan meningkat, ia dibantu ibunya dan sahabatnya, Habibah Najwa. “Kalau buat adonan, mentai, sampai torch itu aku sendiri. Bunda bantu bentuk dimsum, temenku bantu masukin mentainya,” jelasnya.

Ia menerapkan sistem produksi berdasarkan pesanan untuk menjaga kesegaran. Dalam beberapa kesempatan, Zulfa pernah memproduksi hingga 300 pieces untuk pesanan kantor, serta sekitar 100 pieces untuk pesanan teman kampus.

Perjalanan usahanya tidak lepas dari tantangan, mulai dari pesanan mendadak hingga pengalaman membuang adonan ayam 3 kilogram karena basi. Meski begitu, ia mengaku tetap bersyukur karena minat pelanggan terus muncul bahkan sebelum PO dibuka. “Awalnya kupikir namanya Gen Z buka bisnis paling nggak bertahan lama karena ikut-ikutan. Ternyata sebelum buka PO aja udah banyak yang nanya kapan buka lagi. Itu seneng banget,” tuturnya.

Kini, dimsum mentai buatannya dilengkapi chilli oil yang disebut menjadi favorit pelanggan. Dengan pemasaran yang berjalan secara online dan offline, Zulfa berharap Dimsum Mentai Nyoy Jaksel dapat terus berkembang. Ia menilai dukungan orang tua dan keluarga menjadi salah satu kunci utama dalam menjalankan usaha tersebut.