BERITA TERKINI
Mahasiswa UNNES Serahkan Modul Ajar Bisnis Kuliner untuk Warga Belajar Paket C di SKB Semarang

Mahasiswa UNNES Serahkan Modul Ajar Bisnis Kuliner untuk Warga Belajar Paket C di SKB Semarang

Semarang, 4 Juni 2025 — Mahasiswa Pendidikan Nonformal Universitas Negeri Semarang (UNNES), Permata Surya Nadia, menyusun sekaligus menyerahkan modul ajar bertema “Proses Bisnis Industri Kuliner” kepada UPTD SPNF SKB Kota Semarang. Modul tersebut ditujukan bagi warga belajar Paket C kelas X atau Fase E sebagai pengayaan pembelajaran yang lebih berbasis praktik dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Modul disusun dengan pendekatan aktif dan kontekstual. Warga belajar diarahkan memahami dunia usaha kuliner melalui pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, observasi video, serta asesmen terstruktur. Materi tidak hanya membahas pengolahan makanan, tetapi juga mencakup perancangan hingga evaluasi proses bisnis kuliner dari hulu ke hilir.

Selain aspek keterampilan, modul juga memuat penguatan nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, kemandirian, dan berpikir kritis. Dalam penyusunannya, Permata mengangkat konteks yang dekat dengan keseharian warga belajar, terutama terkait potensi sektor kuliner sebagai peluang usaha.

“Saya ingin warga belajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar, tetapi juga mampu melihat dan merancang ide bisnis yang sesuai dengan lingkungan mereka,” ujar Permata. Ia menjelaskan, rangkaian pembelajaran dalam modul mencakup tiga pertemuan intensif yang berisi pengantar materi, eksplorasi ide, serta evaluasi dan refleksi pembelajaran.

Penyerahan modul dilakukan pada 3 Juni 2025 dan disambut antusias oleh tutor serta pengelola SKB Kota Semarang. Kehadiran bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi sumber belajar alternatif yang memperkaya pengalaman belajar warga SKB, khususnya pada bidang kewirausahaan kuliner.

Permata menilai modul tersebut diharapkan memberi manfaat nyata, baik untuk membantu tutor menyampaikan materi secara lebih hidup maupun untuk mendorong peserta didik lebih aktif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di masyarakat setelah menyelesaikan program kesetaraan. Ia juga berharap modul serupa dapat terus dikembangkan oleh mahasiswa lain agar pendidikan nonformal semakin diperkuat oleh materi yang relevan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pendidikan masyarakat melalui jalur nonformal. Melalui modul tersebut, semangat Merdeka Belajar yang menekankan kebebasan dan kontekstualisasi pembelajaran diharapkan dapat terwujud dalam praktik pembelajaran di SKB Kota Semarang.