BERITA TERKINI
Lima Ide Usaha Selama Ramadan yang Bisa Menambah Penghasilan

Lima Ide Usaha Selama Ramadan yang Bisa Menambah Penghasilan

Ramadan kerap menjadi periode ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan pola belanja berubah. Kondisi ini membuat perputaran uang cenderung lebih tinggi, sekaligus membuka peluang bagi berbagai jenis usaha, terutama di sektor makanan dan kebutuhan harian.

Berikut lima ide usaha yang bisa dicoba selama Ramadan untuk menambah pemasukan, dengan menyesuaikan kemampuan modal dan waktu.

1. Jualan takjil dan camilan
Takjil menjadi salah satu produk yang paling dicari karena dibutuhkan setiap hari menjelang waktu berbuka. Pasarnya beragam, mulai dari anak kos, karyawan yang pulang kerja, hingga keluarga yang mencari menu praktis. Pilihan produk bisa dimulai dari menu sederhana seperti kolak pisang, es buah, puding cup, risoles, hingga gorengan. Selain rasa, kebersihan dan konsistensi dinilai penting agar pembeli tetap percaya dan kembali membeli.

2. Catering menu buka puasa dan sahur
Catering dapat dimulai dari skala kecil, misalnya paket harian atau mingguan dengan sistem pre-order agar produksi lebih terukur. Menu tidak harus rumit, seperti paket nasi dengan lauk (ayam bakar, ayam goreng, ikan, atau tempe tahu), sayur, sambal, dan takjil sederhana. Untuk sahur, menu yang praktis dan relatif tahan lama seperti ayam suwir, orek tempe, atau telur balado bisa menjadi pilihan. Promosi dapat dimulai dari lingkungan terdekat seperti teman kantor, grup komplek, atau komunitas, serta didukung unggahan menu harian di media sosial.

3. Kue kering untuk Ramadan dan Lebaran
Menjelang Lebaran, permintaan kue kering biasanya meningkat karena banyak rumah menyiapkan camilan untuk tamu, termasuk kebutuhan hampers. Usaha ini bisa dijalankan dari rumah dan dimulai melalui pre-order agar stok tidak menumpuk. Varian yang umum dicari antara lain nastar, kastengel, dan cookies cokelat. Selain rasa dan tekstur, kemasan seperti stoples yang rapi dan label yang jelas dapat meningkatkan nilai jual. Penjual juga dapat menawarkan ukuran kecil atau mini pack untuk pembeli yang ingin variasi tanpa membeli stoples besar.

4. Frozen food
Produk makanan beku menjadi pilihan karena praktis dan memiliki daya simpan lebih lama dibanding takjil basah. Beberapa contoh produk yang bisa dibuat antara lain risoles mayo frozen, pastel isi ayam, dimsum ayam udang, atau sambal goreng kentang siap panaskan. Frozen food dapat diproduksi lebih awal dan dijual bertahap, tetap dengan sistem pre-order agar produksi terkendali. Target pasarnya luas, mulai dari ibu rumah tangga yang menyiapkan stok sahur hingga anak kos dan pekerja kantoran. Kualitas bahan, kebersihan, kemasan rapat, serta label tanggal produksi disebut penting untuk menjaga kepercayaan pembeli.

5. Paket sembako
Paket sembako menjadi usaha yang kerap ramai saat Ramadan karena kebutuhan bahan pokok meningkat dan banyak pihak ingin berbagi. Isi paket bisa disesuaikan dengan target pasar, misalnya beras, minyak goreng, gula, tepung, mi instan, sirup, hingga kue kaleng. Penjual dapat menawarkan pilihan paket hemat, medium, hingga premium dengan tambahan seperti kurma atau produk bermerek. Sistem pre-order membantu menjaga arus kas tanpa harus menumpuk stok, sementara kemasan yang rapi—misalnya kardus dengan stiker atau tas yang bisa dipakai ulang—dapat menambah nilai jual dan membuat produk terlihat lebih profesional.

Dengan strategi yang sesuai kemampuan, Ramadan bisa menjadi momentum untuk memulai usaha skala kecil. Selain berorientasi pada pemasukan, berbagai produk yang ditawarkan juga dapat membantu kebutuhan masyarakat selama menjalani ibadah puasa.