BERITA TERKINI
Jelang Lebaran, Permintaan Kuliner Tradisional Naik hingga 40 Persen, UMKM Magetan Kebanjiran Pesanan

Jelang Lebaran, Permintaan Kuliner Tradisional Naik hingga 40 Persen, UMKM Magetan Kebanjiran Pesanan

Menjelang Lebaran, permintaan terhadap produk kuliner tradisional meningkat tajam di berbagai daerah. Di Magetan, Jawa Timur, salah satu produk yang mengalami lonjakan penjualan adalah pisang gulung wijen. Data menunjukkan, penjualan snack tradisional tersebut naik hingga 40 persen dibandingkan periode normal.

Kenaikan permintaan ini mencerminkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang menyiapkan aneka jajanan sebagai bagian dari tradisi perayaan Lebaran, baik untuk suguhan keluarga maupun oleh-oleh. Para pelaku usaha kuliner memanfaatkan momentum musiman ini dengan meningkatkan kapasitas produksi demi memenuhi pesanan yang terus berdatangan dari berbagai wilayah.

Pelaku UMKM menyebut periode jelang Lebaran sebagai waktu paling produktif dalam setahun terakhir. Pisang gulung wijen yang dikenal sebagai produk unggulan Magetan menjadi pilihan konsumen untuk hidangan penutup dan buah tangan. Pemasaran melalui media sosial serta platform e-commerce turut memperluas jangkauan pasar, sehingga pesanan dalam jumlah besar mulai masuk sejak sekitar dua minggu sebelum Lebaran.

Lonjakan permintaan tersebut berdampak pada aktivitas produksi di tingkat usaha kecil. Sejumlah pelaku UMKM menambah jam kerja dan menerapkan pola shift lebih panjang agar pesanan dapat dipenuhi tepat waktu. Situasi ini juga membuka peluang kerja tambahan bagi karyawan musiman, terutama di sentra pengrajin kue tradisional di Magetan dan sekitarnya.

Di sisi lain, peningkatan produksi menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kualitas. Ketersediaan bahan baku seperti pisang berkualitas, wijen, dan bahan pendukung lainnya menjadi perhatian agar produksi tetap berjalan lancar. Beberapa pengusaha kecil mulai bermitra dengan pemasok yang dinilai terpercaya untuk menjaga kontinuitas serta konsistensi kualitas bahan baku. Sejumlah pelaku usaha juga mempertimbangkan penggunaan peralatan produksi yang lebih modern untuk mendukung pengembangan usaha.

Dari sisi ekonomi, peningkatan penjualan UMKM kuliner jelang Lebaran dinilai mencerminkan daya beli konsumen yang masih cukup kuat. Tren ini menunjukkan produk lokal dengan kualitas baik tetap menjadi pilihan masyarakat, khususnya saat perayaan keagamaan. Dukungan pemerintah lokal melalui program promosi dan pembinaan UMKM disebut turut berkontribusi terhadap perkembangan bisnis kuliner tradisional, dengan harapan momentum ini dapat berlanjut dan mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil dalam jangka panjang.