Menjelang Festival Perahu Naga, pelaku usaha kuliner di Taiwan berlomba menghadirkan inovasi untuk menangkap peluang bisnis musiman. Sejumlah pelaku usaha mencoba mengubah kesan tradisional bakcang dengan menghadirkan variasi baru, mulai dari bakcang bernuansa dessert hingga kreasi berbahan buah dan jeli.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah perpaduan bakcang dengan makanan penutup dingin. Di tengah cuaca musim panas, sejumlah toko menawarkan bakcang versi manis dan dingin yang ditujukan untuk memberi sensasi menyegarkan. Dalam salah satu kreasi, puding utuh diletakkan lalu ditaburi gula sebelum dipanggang dengan api bersuhu tinggi, kemudian disajikan sebagai bagian dari menu bakcang dingin.
“Kami pernah mencoba (es bakcang) sekali, rasanya enak, dengan tekstur yang kenyal,” ujar salah satu warga.
Pelaku usaha juga mengandalkan menu edisi terbatas dan kreativitas untuk menarik pelanggan, termasuk wisatawan atau warga asing. Pemilik toko es, Liao, mengatakan ada pelanggan yang datang dari tempat jauh untuk mencicipi es bakcang. Ia menyebut pihaknya juga ingin memperkenalkan makanan lokal Taiwan kepada pelanggan asing melalui ragam dessert es agar mereka lebih mengenal budaya setempat.
Selain varian es, inovasi dilakukan melalui perubahan bentuk dan isi bakcang. Ada pengusaha yang mengubah mochi daifuku menjadi “bakcang buah” dengan mengisi daifuku menggunakan pasta kacang hijau dan buah segar, lalu membungkusnya memakai daun bakcang. Kreasi ini kerap mengejutkan pelanggan saat dibuka karena tampilannya menyerupai bakcang tradisional.
“Pelanggan ingin merasakan suasana festival, jadi saya terpikir untuk menggunakan daun bambu segar untuk membungkus seperti bakcang. Perusahaan-perusahaan sangat menyukainya,” ujar seorang pengusaha toko mochi daifuku.
Persaingan memperebutkan pasar Festival Perahu Naga dinilai ketat. Karena itu, sebagian pelaku usaha memilih menggabungkan bakcang dengan buah dan agar-agar, termasuk membuat jeli yang berisi setidaknya tiga jenis buah untuk menyasar pelanggan vegetarian. Beragam strategi ini menunjukkan upaya masing-masing bisnis untuk menonjol dan memanfaatkan momentum festival melalui produk yang lebih variatif.

