BOGOR – Kawasan Puncak dan Bogor kerap identik dengan udara sejuk, arus wisata, serta deretan kuliner yang ramai diburu saat akhir pekan. Di tengah pilihan makanan yang terus bertambah, sebuah jajanan berbahan dasar ketan justru menarik perhatian, terutama di kalangan anak muda.
Jajanan itu bernama Jande, singkatan dari Jajanan Ndeso. Usaha ini digagas Harpa Ranusono (25), pengusaha muda asal Kota Bogor yang menghadirkan ketan susu tradisional dalam kemasan lebih kekinian dengan puluhan varian rasa.
Ranusono mengatakan, nama Jande dipilih agar mudah diingat. Ia menyebut ada pula yang memelesetkannya menjadi “ketan susu janda”. Pernyataan itu disampaikannya kepada wartawan pada Sabtu (21/2/2026).
Ia menuturkan, ide berjualan ketan susu berawal dari pengalamannya saat menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Di Malang, ia mengenal jajanan ketan susu yang sederhana, namun digemari banyak kalangan. Sepulang ke Bogor, ia melihat peluang untuk mengembangkan makanan tradisional agar tetap mampu bersaing di tengah maraknya kuliner modern.
Jande dirintis pada 10 April 2015. Usaha ini berkembang dengan konsep kaki lima menggunakan tenda di Jalan Raya Pajajaran, Bogor. Lapak tersebut buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 24.00 WIB, dan menjadi salah satu tujuan kuliner malam bagi warga Bogor maupun wisatawan dari kawasan Puncak.
Menurut Ranusono, Jande menawarkan sekitar 30 varian rasa, dengan konsumen dapat memilih topping sesuai selera. Sejumlah menu yang disebut menjadi andalan antara lain mangga, pisang, pisang keju, Nutella, Ovomaltine, srikaya, Oreo, hingga varian susu stroberi, blueberry, dan durian.
Harga per porsi dibanderol mulai Rp8 ribu hingga Rp15 ribu. Dalam sehari, Jande disebut mampu menjual sekitar 300 porsi. Belakangan, Ranusono juga memperluas usahanya dengan membuka lapak baru di Pasar Modern BSD, Serpong, dengan konsep yang sama.
Ranusono menegaskan, Jande mengusung slogan “lali rupane, eling rasane”, yang ia artikan sebagai ajakan untuk mengutamakan rasa. Menurutnya, konsumen tidak perlu terpaku pada penampilan, tetapi pada rasa yang mudah diingat.
Dari Bogor hingga jalur wisata Puncak, Jande menjadi contoh bagaimana inovasi dapat mengangkat kembali jajanan tradisional menjadi pilihan yang diminati.

