BERITA TERKINI
Hasna Haryaningtyas Bangun Bisnis Mochi Eat and Run dari Jualan Puluhan hingga Ratusan per Hari

Hasna Haryaningtyas Bangun Bisnis Mochi Eat and Run dari Jualan Puluhan hingga Ratusan per Hari

Perjalanan membangun usaha kerap diwarnai pasang surut. Hal itu dirasakan Hasna Haryaningtyas (28), alumni SMAN 1 Sutojayan dan lulusan S1 Farmasi IIK, yang memilih menekuni bisnis kuliner meski berasal dari keluarga berlatar belakang kesehatan.

Hasna bercerita, ayahnya bekerja sebagai kepala sekolah, ibunya bidan, dan sebagian besar saudaranya berada di dunia medis. Ia bahkan sempat mendapat tawaran bekerja di sebuah klinik. Namun, ia merasa tidak nyaman dan memutuskan mengikuti minatnya untuk berjualan.

Minat itu, menurut Hasna, sudah muncul sejak masa sekolah. Ia mengingat pernah berjualan nasi saat SMA dengan membawa tas koper berisi makanan ke sekolah. Ia menyebut dagangannya kerap diserbu teman-teman karena harganya lebih murah dibanding kantin.

Dalam membangun usahanya, Hasna mengaku sempat berada di titik ingin berhenti. Meski begitu, dukungan keluarga membuatnya bertahan dan terus melanjutkan usaha yang dirintis.

Usaha kuliner yang dijalankan Hasna kini dikenal dengan nama Eat and Run. Dari awalnya hanya mampu menjual sekitar 10–12 mochi, penjualan kini berkembang menjadi ratusan biji setiap hari.

Hasna menyebut omzet Eat and Run berada di kisaran Rp2–2,5 juta pada hari biasa dan dapat mencapai Rp4 juta saat akhir pekan. Pada momen tertentu, seperti event besar, ia mengaku bisa menerima pesanan hingga Rp2 juta dalam sekali order.

Nama Eat and Run, kata Hasna, berangkat dari konsep awal yang mirip drive-thru. Ia berjualan di pinggir jalan dan banyak pelanggan membeli tanpa turun dari kendaraan, termasuk saat masih berada di atas sepeda motor.

Bagi Hasna, ukuran sukses tidak semata-mata uang, melainkan juga kebahagiaan dan kepuasan saat menjalani pekerjaan sesuai passion. Ia menilai pilihannya berjualan menjadi cara untuk membuktikan bahwa ia tetap bisa mandiri meski tidak berkarier sebagai apoteker.

Setelah melalui berbagai tantangan, Hasna mengatakan kini mulai menemukan ritme dalam menjalankan bisnisnya. Ia menekankan ketekunan, inovasi, dan kejujuran sebagai kunci utama dalam berdagang, dengan keyakinan bahwa kejujuran akan membawa kelancaran dalam usaha.