BERITA TERKINI
Griya Kuliner di Panglayungan: Nanik Sunarni Bertahan dan Berkembang dari Usaha Rumahan Sejak 2021

Griya Kuliner di Panglayungan: Nanik Sunarni Bertahan dan Berkembang dari Usaha Rumahan Sejak 2021

Aroma santan gurih dan wangi pandan kerap menyeruak dari sebuah dapur di Perum Griya Permata Indah, Panglayungan, Tasikmalaya. Memasuki Ramadan 1447 H, aktivitas di rumah itu meningkat seiring padatnya pesanan. Di sanalah Nanik Sunarni mengelola Griya Kuliner, usaha rumahan yang ia rintis pada 2021 saat pandemi Covid-19 masih membayangi banyak sektor usaha.

Nanik, perempuan kelahiran Kulon Progo, 22 Mei 1968, menekuni dunia masak-memasak sebagai hobi yang kemudian berkembang menjadi usaha. Ia memegang prinsip sederhana yang menurutnya menjadi pendorong untuk berani memulai: “Melangkah adalah awal dari keberhasilan.” Keputusan itu ia ambil ketika banyak pelaku usaha justru menghadapi ketidakpastian dan sebagian memilih berhenti.

Griya Kuliner berfokus pada hidangan yang dekat dengan selera masyarakat. Nanik menyebut produk yang dibuatnya mencakup nasi box, berbagai jenis kolak, serta kudapan tradisional seperti lemper, nasi ketan, ulen, daging gepuk, ayam goreng laja, stup roti, hingga nasi tumpeng. Menurutnya, pilihan menu tersebut didasarkan pada jenis makanan yang paling banyak diminati dan dicari konsumen saat ini.

Beroperasi dari rumah di Perum Griya Permata Indah Blok E8, Panglayungan, Nanik memastikan bahan baku tetap segar dengan mengambil pasokan langsung dari pasar tradisional setempat. Meski berskala rumahan, usaha ini juga telah melibatkan dua orang karyawan untuk membantu proses produksi harian, terutama ketika permintaan meningkat di bulan puasa.

Dari sisi pemasaran, Nanik masih mengandalkan jalur personal. Produk Griya Kuliner dipasarkan melalui grup-grup WhatsApp, sementara promosi dari mulut ke mulut turut memperluas jangkauan. Selama Ramadan, target pasar pun bertambah, mulai dari penyediaan takjil hingga pesanan untuk berbagai agenda buka bersama.

Di tengah situasi yang kerap diwarnai keluhan pelaku usaha terkait fluktuasi harga bahan pokok, Nanik mengaku sejauh ini tidak menemui kendala berarti dalam menjalankan usahanya. Ia berharap Griya Kuliner dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas.

Kisah Nanik menjadi gambaran ketekunan perantau asal Kulon Progo yang berupaya bertahan dan bertumbuh melalui usaha kuliner rumahan. Di balik semangkuk kolak atau sekotak nasi box yang disajikan, ia menegaskan pentingnya keberanian memulai, bahkan ketika keadaan sedang sulit.