BlueBand, merek margarin dari PT Flora Food Indonesia, menerapkan konsep experiential marketing melalui partisipasinya dalam Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025. Melalui strategi ini, perusahaan memadukan inovasi produk, edukasi bisnis, dan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) kuliner untuk memperkuat daya saing industri makanan nasional.
Pendekatan experiential marketing tersebut dirancang untuk membangun kedekatan emosional dengan pelaku usaha lewat pengalaman langsung. BlueBand menilai cara ini dapat mendorong pertumbuhan bisnis kuliner yang berkelanjutan di pasar domestik.
Head of Marketing PT Flora Food Indonesia, Ade Savitri, mengatakan keikutsertaan di pameran ini dimanfaatkan untuk menghadirkan inspirasi menu inovatif bagi berbagai kategori kuliner. “Melalui pameran ini, kami menghadirkan inspirasi menu inovatif untuk berbagai kategori kuliner. Langkah ini diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan produk dan memperluas kerja sama bisnis,” ujar Ade dalam siaran pers, Jumat (1/8/2025).
Dalam ajang tersebut, BlueBand menampilkan sejumlah produk profesional, antara lain BlueBand Multipurpose Cream, Master White Cream Fat, dan Frytol Minyak Goreng Padat. Produk-produk itu diperkenalkan sebagai bahan yang siap diaplikasikan untuk mendukung kualitas sekaligus efisiensi operasional usaha kuliner.
Strategi pengalaman langsung juga diperkuat melalui demo masak interaktif bersama Chef Hideki Fujiwara dan Chef Luvita Ho. Pengunjung diperkenalkan pada kreasi menu modern seperti Creamy Ramen dan Korean Bento Cake.
Ade menyebut kolaborasi dengan chef profesional ditujukan untuk memberi inspirasi praktis bagi pelaku kuliner lokal. “Kolaborasi dengan chef profesional ini memberi inspirasi nyata untuk pelaku kuliner lokal. Kami ingin menunjukkan bagaimana bahan baku tepat mampu meningkatkan kualitas, konsistensi, dan efisiensi bisnis kuliner,” katanya.
Selain menghadirkan pengalaman produk, BlueBand juga menjalankan program UKM Star #AhlinyaRasaSukses sebagai bagian dari strategi relationship marketing. Program ini ditujukan untuk membantu UKM menghadapi kendala, mulai dari bahan baku, promosi digital, hingga kapasitas produksi.
BlueBand menyatakan pemenang program akan memperoleh bantuan modal, pelatihan kuliner, serta promosi digital di stan BlueBand. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas eksposur bisnis sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap UKM terpilih.
Brand Manager BlueBand Professional, Celine Meidiana, menekankan pentingnya pemberdayaan UKM dalam membangun ekosistem kuliner. Menurutnya, strategi ini berkontribusi pada keberlanjutan bisnis kuliner sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. “Dengan dukungan edukasi dan inovasi bahan baku, UKM bisa meningkatkan kualitas produk dan keberlanjutan usahanya. Inisiatif ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui bisnis kuliner yang semakin produktif,” ujar Celine.
Melalui kombinasi experiential marketing dan relationship marketing, BlueBand memperluas perannya sebagai mitra pertumbuhan industri kuliner nasional. Perusahaan menilai pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi pasar melalui inovasi, edukasi, dan pemberdayaan UKM.
“Dengan menghadirkan inovasi produk, program edukasi, dan apresiasi bagi UKM, kami ingin tumbuh bersama pelaku kuliner. BlueBand akan terus menjadi mitra terpercaya bagi bisnis kuliner Indonesia kini dan di masa depan,” tutup Ade.

