BERITA TERKINI
BEM FIB UNAIR Gelar Webinar Ekraf Bahas Strategi Bersaing dan Teknik Presentasi Bisnis

BEM FIB UNAIR Gelar Webinar Ekraf Bahas Strategi Bersaing dan Teknik Presentasi Bisnis

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) menggelar webinar bertajuk “Entrepreneurship Insight: Cara Unggul dalam Business Competition” pada Kamis (24/07/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan.

Webinar menghadirkan Adinda Bunga Aprilia Ardilah, S.M., yang diperkenalkan sebagai Gen-Z entrepreneur, influencer, Duta UMKM Jawa Timur, serta pemilik usaha supplier kawat di Jawa Timur. Dalam pemaparannya, Adinda membawakan dua topik utama, yakni strategi menghadapi persaingan bisnis dan teknik presentasi yang dinilai mampu meyakinkan audiens maupun investor.

Pada sesi strategi bersaing, Adinda menekankan pentingnya memahami bisnis secara menyeluruh sebelum menyusun langkah. Ia menyebut analisis terhadap pesaing, struktur organisasi, dan target pasar menjadi dasar agar strategi yang dibuat tidak tertinggal dari kompetitor. “Sebelum menyusun strategi, kita harus mengenali siapa pesaing kita, bagaimana struktur organisasi bisnis kita, dan seperti apa pasar yang kita bidik. Tanpa analisa itu, kita akan tertinggal,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya inovasi dan kemampuan beradaptasi di era digital. Adinda mencontohkan gerai Matahari yang memperluas penjualan secara daring untuk menyesuaikan dengan kebiasaan belanja masyarakat. Menurutnya, bisnis yang terus berinovasi dan mampu mengikuti perubahan pasar memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

Memasuki materi kedua, Adinda membahas teknik presentasi yang efektif, terutama untuk menarik perhatian audiens dan calon investor. Ia menyampaikan bahwa tujuan presentasi umumnya dapat ditangkap dalam lima menit pertama, sehingga penyaji perlu fokus pada pesan utama dan menghindari tampilan slide yang terlalu banyak ornamen. “Rata-rata orang bisa menangkap tujuan presentasi hanya dalam lima menit pertama. Maka dari itu, jangan terlalu banyak ornamen di slide, fokuslah pada tujuan dan penyampaian yang jelas,” katanya.

Adinda juga mengingatkan pentingnya memahami karakter audiens agar materi yang disampaikan lebih tepat sasaran. Ia mencontohkan, saat berhadapan dengan investor, pembicara perlu memahami hal-hal yang mereka harapkan serta potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari gagasan yang dipresentasikan.

Untuk meningkatkan kepercayaan diri, Adinda menyarankan peserta memperbanyak latihan, seperti berbicara di depan cermin atau berlatih menjelaskan materi kepada diri sendiri. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu membangun rasa percaya diri saat tampil di depan publik.

Webinar ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Peserta mengajukan pertanyaan seputar strategi bisnis dan tantangan dalam melakukan presentasi. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia wirausaha sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang Quality Education.