BERITA TERKINI
Arga Prasetyo Bagikan Kunci Bertahan Berbisnis di Era Digital: Konsistensi dan Kepercayaan

Arga Prasetyo Bagikan Kunci Bertahan Berbisnis di Era Digital: Konsistensi dan Kepercayaan

Geliat wirausaha di Probolinggo kian terasa dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah sektor seperti kuliner, percetakan, hiburan, ekonomi kreatif, hingga komunitas bisnis tumbuh dinamis, banyak di antaranya digerakkan generasi muda yang berani mengambil risiko di tengah ketidakpastian ekonomi.

Di antara nama yang kerap disebut sebagai representasi kebangkitan pengusaha muda daerah, terdapat lima sosok: Arga Prasetyo, Mohammad Safi’i, Rizky Maulana, Dimas Ardiansyah, dan Fajar Hidayat. Mereka datang dari latar belakang berbeda, namun memiliki kesamaan: membangun usaha dari bawah dan bertahan lewat konsistensi. Sejumlah pihak juga menyebut mereka sebagai “perintis bukan pewaris”.

Arga Prasetyo menuturkan ia mulai mengenal dunia usaha sejak usia 21 tahun. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana dan terbiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan pribadi sejak sekolah. “Saya ini dari keluarga orang biasa. Dari SMP sampai SMK, kalau ingin beli baju harus nabung dari uang saku sendiri. Jadi dari kecil sudah terbiasa kalau ingin sesuatu ya harus usaha,” ujarnya, Senin, 23 Februari 2026.

Sebelum merintis usaha sendiri, Arga sempat bekerja di sektor swasta. Ia kemudian mencoba berbagai lini usaha. Saat pandemi Covid-19, misalnya, ia mendatangkan masker ke Probolinggo dalam jumlah besar. Setelah itu, ia beralih mengembangkan usaha di sektor kuliner dan hiburan hingga saat ini.

Menurut Arga yang belum genap berusia 35 tahun, tantangan terbesar dalam bisnis bukan semata persaingan, melainkan kemampuan mengelola diri sendiri. “Musuh terbesar itu diri kita sendiri. Rasa malas, ingin cepat menyerah, itu yang harus dilawan. Konsisten itu yang paling berat,” katanya.

Selain konsistensi, ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pelanggan. Bagi Arga, reputasi lebih bernilai dibandingkan keuntungan sesaat. “Nama baik lebih utama daripada uang banyak. Uang bisa dicari, tapi kalau orang sudah tidak percaya, sulit mengembalikannya. Semua tergantung bagaimana kita membawa diri, harus jujur,” ucapnya.

Arga juga mengakui kondisi ekonomi yang tidak menentu kerap menjadi ujian. Namun ia memilih meresponsnya dengan ketenangan dan ketahanan mental. “Kalau ada kendala, mental harus kuat dan pikiran harus tetap plooong. Jangan panik. Masalah pasti ada, tinggal bagaimana kita cari solusinya,” tuturnya.

Ia menyebut empat poin yang menurutnya dapat menjaga usaha tetap berjalan: harga yang masuk akal, usaha yang ramai setiap hari, branding yang unik, serta konsisten mengedepankan kualitas. “Kalau Anda bisa menciptakan empat poin ini, usaha anda saya jamin akan terus jalan. Harga masuk akal. Ramai tiap hari. Branding unik, dan terakhir konsisten mengedepankan kualitas,” imbuhnya.

Sementara itu, empat pengusaha muda lain dikenal menekuni sektor berbeda. Mohammad Safi’i bergerak di bidang percetakan dan ekonomi kreatif. Rizky Maulana mengembangkan usaha digital printing dan merchandise dengan pasar pelajar serta komunitas. Dimas Ardiansyah bertumbuh lewat bisnis kuliner modern dengan konsep kekinian. Adapun Fajar Hidayat aktif menggerakkan jejaring pengusaha muda melalui kolaborasi UMKM dan kegiatan sosial.

Kehadiran mereka menunjukkan perubahan lanskap ekonomi lokal. Jika sebelumnya sektor usaha lebih banyak didominasi pelaku berusia di atas 50 tahun, kini generasi muda mulai berperan signifikan. Mereka memanfaatkan media sosial, strategi pemasaran digital, dan pendekatan komunitas untuk memperluas pasar.

Fenomena ini menandai semangat kewirausahaan di Probolinggo yang terus bertumbuh. Berangkat dari latar belakang sederhana, para pengusaha muda tersebut membangun usaha secara bertahap dan menempatkan integritas sebagai fondasi. Arga menilai, di tengah persaingan yang semakin ketat, kejujuran, konsistensi, serta kemampuan beradaptasi menjadi faktor pembeda. “Perjalanan masih panjang. Kami bisa membaca nilai dan sinyal itu (masa depan bisnis). Generasi muda lokal siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tandasnya.