Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) DPD Jawa Timur, Ferry Setiawan, menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis makanan dan minuman (food and beverage/FnB) di Indonesia pada 2025.
Meski demikian, ia menilai pelaku usaha FnB perlu terus berinovasi untuk menjawab tantangan yang berkaitan dengan daya beli masyarakat serta ketatnya persaingan. Menurutnya, konsep usaha juga dituntut mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dalam negeri.
Di sisi lain, Ferry menyampaikan harapan adanya dukungan pemerintah, terutama terkait pajak restoran atau PB1 yang dinilai masih membebani pelaku usaha. Selain itu, ia juga menyoroti perlunya kemudahan perizinan serta kebijakan pendukung daya beli. Salah satu faktor yang disebut masih menjadi tantangan bagi bisnis FnB adalah mahalnya harga tiket pesawat.
Pembahasan mengenai tantangan dan harapan perbaikan iklim usaha FnB pada 2025 tersebut disampaikan Ferry dalam dialog bersama Bramudya Prabowo dalam program Profit, Jumat (24/01/2025).

