BERITA TERKINI
VL Cafe and Resto di Palembang Padukan Nasi Padang dengan Suasana Kafe

VL Cafe and Resto di Palembang Padukan Nasi Padang dengan Suasana Kafe

Rumah makan Padang selama ini identik dengan tempat makan cepat yang menyajikan hidangan khas Minangkabau. Namun, konsep tersebut kini mulai berkembang dengan menghadirkan ruang yang lebih nyaman untuk bersantai.

Inovasi itu dilakukan Elvina Handayani, yang akrab disapa Vivin Liem, melalui VL Cafe and Resto di Palembang. Usaha kuliner ini memadukan konsep rumah makan Padang dengan suasana kafe untuk menjangkau berbagai kalangan.

Vivin menjelaskan, usaha tersebut berawal dari rumah makan bernama Cahaya Rembulan yang mulai beroperasi sejak 2024. Seiring waktu, usaha itu kemudian berkembang dengan konsep baru yang tidak hanya berfokus pada makan cepat.

Menurut Vivin, rumah makan Padang tidak harus selalu identik dengan tempat makan yang serba singkat. Ia ingin menghadirkan tempat yang juga bisa menjadi ruang berkumpul santai bagi pengunjung. “Jadi saya berpikir, orang makan nasi Padang itu juga harus bisa nongkrong. Kenapa tidak? Jadi makan nasi Padang bisa sambil ngopi-ngopi juga,” ujarnya saat diwawancarai Kamis, 12 Maret 2026.

Untuk mendukung konsep tersebut, VL Cafe and Resto didesain dengan nuansa santai seperti kafe. Dekorasi bunga dan lampu-lampu dipasang untuk menciptakan suasana hangat saat pengunjung menikmati hidangan.

Meski mengusung konsep kafe, Vivin menegaskan cita rasa khas Sumatera Barat tetap dipertahankan. Rendang menjadi salah satu menu andalan yang paling diminati pelanggan. Selain itu, tunjang serta dadar barendo juga disebut sebagai menu favorit, dengan dadar barendo yang memiliki tekstur renyah dan berbeda dari dadar pada umumnya.

Ia menambahkan, sejumlah menu baru direncanakan hadir setelah Lebaran untuk menambah pilihan, di antaranya pindang patin, pindang tulang, dan nasi goreng.

Dari sisi layanan, VL Cafe and Resto menerima berbagai jenis pesanan, mulai dari bungkusan, katering, hingga paket kotakan. Harga menu disebut terjangkau, dimulai dari Rp12.000. “Kalau nongkrong itu tidak mesti mahal. Kita ingin orang bisa nongkrong santai, terjangkau dan tetap asik,” kata Vivin.

Saat ini, usaha Cahaya Rembulan telah memiliki enam cabang di Palembang, yakni di Talang Kelapa, Macan Lindungan, Demang, Suro, PDAM, serta cabang terbaru di Jalan Sultan M Mansyur.

Meski terus berkembang, Vivin mengakui pengelolaan sumber daya manusia masih menjadi tantangan, terutama dalam pengaturan jadwal kerja dan ketersediaan karyawan agar operasional berjalan lancar. Ia berharap usahanya dapat semakin maju dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.