BERITA TERKINI
Unjaya dan Alma Ata Gelar Pelatihan Abon dan Jelly Drink untuk Cegah Wasting di Demangrejo

Unjaya dan Alma Ata Gelar Pelatihan Abon dan Jelly Drink untuk Cegah Wasting di Demangrejo

YOGYAKARTA — Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjaya) Yogyakarta berkolaborasi dengan Universitas Alma Ata Yogyakarta serta Pusat Studi Ketahanan Keluarga dan Komunitas (PSK3) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Balai Desa Kelurahan Demangrejo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan tersebut mengusung pelatihan pembuatan abon lele, abon ayam dengan substitusi daun kelor, serta pembuatan jelly drink dengan substitusi bayam merah dan bayam hijau sebagai upaya pencegahan wasting.

Tim pelaksana kegiatan diketuai Endah Puji Astuti SSiT, MKes, dengan anggota Edhy Tri Cahyono SSi, MM dan Pramitha Sari SGz, Dietisien, MKes.

Kepala DPMD Dalduk Kulonprogo, Muhadi SH, MHum, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kulonprogo agar pemberdayaan masyarakat dan pencegahan masalah gizi dapat berjalan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala LPPM Unjaya Dr Bdn Tri Sunarsih SST, MKes menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan serah terima alat pembuatan abon lele dan jelly drink kepada perwakilan kelompok KWT dan kader Posyandu Kalurahan Demangrejo. Penyerahan alat ini ditujukan agar peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan.

Pelatihan kemudian berlangsung melalui pengenalan bahan baku, teknik pengolahan, serta tips menjaga kandungan gizi agar produk tetap berkualitas. Peserta mengikuti tahapan mulai dari pembersihan bahan, pengolahan, hingga pengemasan akhir dengan pendampingan tim pelaksana.

Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapat materi terkait wawasan gizi dan manfaat kesehatan. Abon lele dan abon ayam dengan substitusi daun kelor diperkenalkan sebagai inovasi pangan tinggi protein dan kaya mikronutrien untuk menunjang pertumbuhan anak serta membantu mencegah wasting. Adapun jelly drink dengan substitusi bayam merah dan bayam hijau dikenalkan sebagai sumber zat besi, vitamin, dan antioksidan yang dinilai lebih mudah dikonsumsi anak-anak.

Peserta juga dibekali pengetahuan tentang prinsip pengolahan pangan yang higienis, pengemasan, serta strategi pemasaran sederhana agar produk dapat dikembangkan sebagai peluang usaha rumah tangga. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung upaya penurunan wasting sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Program pengabdian masyarakat ini didukung pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk tahun 2025.

Dengan keterlibatan warga dan komitmen berbagai pihak, pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal bergizi untuk menjaga kesehatan generasi muda dan memperkuat ketahanan pangan desa.