Sejumlah format konten di TikTok diperkirakan akan semakin menonjol pada 2026, seiring perubahan selera audiens yang mengarah pada video yang terasa personal, relevan, dan memberi nilai emosional. Dari rutinitas harian hingga tantangan pencapaian diri, berikut tujuh tren yang disebut berpotensi kembali mendominasi linimasa dan masuk ke For You Page (FYP).
1. “Bersiaplah dengan saya” (GRWM/Get Ready With Me)
Konten GRWM diprediksi kian populer karena menghadirkan kedekatan melalui rutinitas yang mudah dipahami penonton. Format ini umumnya menampilkan aktivitas bersiap seperti rutinitas pagi, skincare, makeup, hingga pemilihan outfit sebelum bepergian. Konten GRWM juga dinilai efektif untuk kategori kecantikan, fesyen, dan kesehatan karena memungkinkan produk muncul secara natural tanpa terasa seperti iklan yang kaku. Cerita yang jujur dan personal disebut menjadi faktor yang dapat meningkatkan peluang video menjangkau FYP.
2. #TikTokMadeMeBuyIt
Hashtag #TikTokMadeMeBuyIt diperkirakan tetap menjadi pendorong kuat belanja online pada 2026. Banyak pengguna mengunggah ulasan produk yang mereka beli setelah melihat rekomendasi kreator, sehingga membangun kepercayaan audiens. Konten UGC (user generated content) disebut menjadi strategi yang ampuh karena testimoni nyata cenderung lebih meyakinkan dalam memengaruhi keputusan pembelian. Tren ini dinilai cocok untuk UMKM dan pelaku e-commerce, termasuk yang memanfaatkan TikTok Shop untuk meningkatkan konversi.
3. Tema “masa kecil perempuan”
Tren “masa kecil perempuan” disebut berkembang melampaui estetika girly semata. Konten bertema ini kini merambah diskusi pengalaman perempuan dalam kehidupan modern, mulai dari karier, self-improvement, budgeting, kesehatan mental, hingga nuansa kebersamaan atau sisterhood. TikTok menjadi ruang berbagi cerita dan dukungan, yang membuat engagement pada tema ini kerap tinggi. Narasi emosional dan jujur disebut menjadi kunci agar konten mudah menjangkau audiens lebih luas.
4. Pengembangan diri, kecantikan batin, dan #hopecore
Konten self-growth diprediksi semakin masif pada 2026, seiring kebutuhan audiens terhadap konten yang memberi harapan. Video bertema healing, afirmasi positif, journaling, dan self-care disebut akan terus naik karena relevan dengan kebutuhan mental generasi saat ini. Tren ini juga identik dengan nuansa tenang, estetika lembut, dan pesan yang menyentuh. Tagar seperti #hopecore dipandang mendukung penyebaran konten bernuansa uplifting dan bermanfaat.
5. POV (Point of View)
Format POV dinilai akan tetap bertahan karena efektif membangun kedekatan emosional lewat storytelling. Konten POV dapat berupa komedi, skenario fiksi, pengalaman sehari-hari, atau sudut pandang karakter tertentu. Fleksibilitas format ini memberi ruang bagi kreator untuk bereksperimen dengan editing, voice-over, maupun akting sederhana. Cerita yang relatable disebut berpotensi mendorong interaksi seperti komentar dan share, yang pada akhirnya membantu konten menjangkau FYP.
6. “5–9 ritual setelah kerja”
Jika morning routine sudah banyak diangkat, tren diperkirakan bergeser ke rutinitas setelah pulang kerja pada rentang waktu 5–9 malam. Konten ini menampilkan aktivitas santai seperti memasak sederhana, olahraga ringan, skincare malam, hobi kreatif, hingga me-time. Nuansa cozy dan estetis dinilai menjadi daya tarik utama karena memunculkan rasa nyaman bagi penonton. Visual yang menenangkan disebut menjadi faktor yang membuat format ini berpotensi kuat pada 2026.
7. Tantangan “30 sebelum 30”
Tren “30 sebelum 30” diprediksi menjadi simbol perjalanan generasi muda menuju versi terbaik diri. Pengguna membuat daftar pencapaian yang ingin diraih sebelum usia 30 tahun, misalnya mempelajari keterampilan baru, traveling sendirian, mengikuti maraton, atau mulai investasi. Konten semacam ini dinilai inspiratif dan memicu interaksi karena mendorong penonton untuk ikut membuat daftar serupa. Semakin inspiratif narasinya, semakin besar peluang tantangan ini meluas dan menjadi viral.
Secara umum, tren-tren tersebut menunjukkan bahwa TikTok pada 2026 diperkirakan tetap didorong oleh konten yang mengutamakan kedekatan, kejujuran, dan cerita yang relevan dengan keseharian audiens. Format yang memberi rasa nyaman, harapan, serta inspirasi disebut memiliki peluang lebih besar untuk menonjol di tengah persaingan konten yang kian padat.

