Unilever Food Solutions (UFS), perusahaan penyedia layanan makanan profesional, merilis panduan tren kuliner bertajuk Future Menu 2024. Panduan ini ditujukan untuk menginspirasi pelaku bisnis hotel, restoran, dan kafe (horeka) di Indonesia dalam menghadirkan menu yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
UFS menyebut panduan tersebut disusun berdasarkan riset yang melibatkan lebih dari 1.603 chef dari 21 negara. Hasilnya kemudian disesuaikan dengan pendekatan lokal agar selaras dengan budaya dan cita rasa Indonesia.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku industri kuliner di Indonesia kami menghadirkan Future Menu 2024 yang mencakup laporan tren kuliner mulai dari tren bahan-bahan populer, teknik memasak terbaru, hingga menu inspiratif untuk membantu para pelaku bisnis menghadirkan pengalaman kuliner yang unik dan relevan dengan kebutuhan konsumen,” kata Managing Director UFS Gemita Pasaribu, Senin, 4 November 2024.
Menurut Gemita, penyesuaian lokal tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha berinovasi tanpa meninggalkan kekayaan rasa dan budaya kuliner Indonesia. Dalam panduan itu, UFS memetakan lima tren yang diperkirakan akan populer di Indonesia.
1. Flavor Shock
Tren ini menekankan eksplorasi kombinasi rasa yang unik dan tidak terduga. UFS merujuk survei WGSN yang menyebut konsumen muda di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, tertarik mencoba variasi rasa baru.
Chef sekaligus pemilik restoran Oma Elly, Chef Andry Susanto, menilai kemajuan teknologi dan media sosial ikut mendorong peran kreator konten sebagai pengulas makanan yang turut mengedukasi konsumen.
Salah satu kreasi inspiratif yang disebut dalam panduan adalah Iga Bakar Betutu. Hidangan ini mengangkat format ayam betutu dengan konsep east meet west: iga bakar dimarinasi rempah betutu Bali dan disajikan dalam claypot. Unsur “kejutan rasa” diperkuat lewat sambal dengan gabungan tomat, nanas muda, jeruk bali, dan cabai yang menghasilkan perpaduan asam-pedas saat dipadukan dengan iga bakar.
2. Low-Waste Menu
Tren ini berfokus pada pemanfaatan maksimal bahan makanan untuk menciptakan menu yang tetap lezat sekaligus mendukung keberlanjutan. UFS menilai pendekatan ini sejalan dengan praktik kuliner lokal, di mana banyak masakan tradisional memanfaatkan bagian non-utama atau secondary cut seperti sop kaki kambing, sop balungan, dan soto babat.
Dalam Future Menu 2024, tim chef UFS menghadirkan Sop Ikan Kuah Putih yang menggunakan seluruh bagian ikan kakap. Hidangan ini memadukan sup krim dari tulang ikan yang gurih, pempek lenjer ikan kakap yang dipanggang di wajan (pan seared), serta kulit ikan kakap goreng yang renyah. UFS juga mencantumkan rekomendasi produk untuk hidangan ini, antara lain Knorr Mashed Potato, Knorr Soup Base, dan Knorr Chicken Powder.
3. Modernized Comfort Food
Tren ini mengangkat transformasi hidangan klasik yang sudah akrab bagi banyak orang, namun disajikan dengan cara lebih inovatif tanpa mengubah cita rasa otentiknya. UFS mendorong chef dan pelaku bisnis kuliner untuk memadukan bahan baru serta teknik memasak modern sebagai bentuk inovasi.
Contoh menu yang diangkat adalah Ubi Ungu Brulee. Jika ubi ungu umumnya disajikan dengan cara dikukus, versi ini dipanggang dan diberi topping Crème Brulee Salted Egg. Teknik crème brulee menghasilkan lapisan karamel yang renyah dengan tekstur lembut, serta perpaduan rasa asin dan manis. Hidangan ini menggunakan Knorr Golden Salted Egg untuk memberikan rasa telur asin yang khas dan menyeimbangkan manis dari ubi ungu serta whipping cream.
4. The New Sharing
Tren berbagi makanan disebut masih bertahan dan dinilai relevan di Indonesia yang memiliki budaya kebersamaan kuat. Selain menekankan momen makan bersama, tren ini juga memberi ruang untuk mengenalkan beragam rasa dalam satu sajian.
Salah satu contoh menu adalah Cireng Bumbu Soto. Cireng diolah dengan bumbu soto sehingga menghadirkan sensasi gurih, dengan tekstur renyah di luar dan kenyal di dalam. Sajian ini dilengkapi saus kacang lembut yang sedikit pedas serta taburan koya kacang.
5. Feel Good Food
UFS juga mencatat meningkatnya perhatian konsumen pada aspek kesehatan, di samping rasa. Hal ini disebut sejalan dengan riset Euromonitor International yang menunjukkan minat konsumen Indonesia terhadap makanan yang menyehatkan, terutama setelah pandemi.
Contoh menu dari tren ini adalah Fish Collagen Ramen. Ramen tersebut menonjolkan nutrisi dari ikan kembung yang disebut memiliki kandungan Omega-3 tinggi. Kuah kolagen dipadukan dengan mie soba sebagai pengganti karbohidrat dan disebut bebas gluten (gluten free). Kaldu ikan kembung kemudian dipadukan dengan berbagai rempah lokal, menghasilkan cita rasa asam, pedas, dan kaya nutrisi.
Melalui lima tren tersebut, UFS menempatkan Future Menu 2024 sebagai rujukan bagi pelaku horeka untuk mengembangkan menu yang berakar pada budaya lokal, sekaligus mengikuti perubahan preferensi konsumen.

