Rasa malas kerap muncul ketika seseorang enggan melakukan aktivitas atau mengerahkan usaha tertentu. Situasi ini bisa terasa lebih sering datang, termasuk saat suasana mulai mendekati libur Lebaran. Menurut psikologi sosial sekaligus profesor klinis di Loyola University Chicago, Devon Price, rasa malas berkaitan dengan menurunnya motivasi, berkurangnya minat terhadap kegiatan tertentu, atau kelelahan fisik maupun mental yang membuat seseorang sulit bertindak.
Price menjelaskan, rasa malas dapat muncul akibat kelelahan, tekanan pekerjaan, atau terlalu banyak distraksi di sekitar. Untuk membantu mengatasinya, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan.
1. Menentukan tujuan yang jelas
Menetapkan tujuan yang jelas dapat membantu seseorang lebih fokus pada hal yang ingin dicapai. Ketika target sudah ditentukan, langkah-langkah yang perlu dilakukan menjadi lebih mudah disusun. Price menyebut tujuan yang spesifik juga membantu mengurangi kebingungan sehingga seseorang lebih terdorong untuk segera memulai pekerjaan. Salah satu cara sederhana yang bisa dicoba adalah membuat pengingat di ponsel berisi kegiatan dan waktu yang sesuai agar target lebih terarah.
2. Membagi tugas menjadi bagian kecil
Tugas besar kerap terasa berat dan membuat seseorang enggan memulai. Price, yang juga penulis buku Laziness Does Not Exist, menyarankan agar pekerjaan dipecah menjadi beberapa tahap yang lebih kecil. Dengan cara ini, pekerjaan dapat diselesaikan bertahap tanpa terasa terlalu membebani. Menentukan prioritas juga dapat membantu, karena sebagian pekerjaan bisa dituntaskan lebih dulu.
3. Membangun pola pikir positif
Cara berpikir turut memengaruhi motivasi. Pikiran negatif—misalnya merasa tidak mampu atau takut gagal—dapat membuat seseorang menunda pekerjaan. Karena itu, penting menggantinya dengan sikap yang lebih positif, seperti fokus pada usaha yang dilakukan daripada menuntut hasil sempurna. Profesor emeritus psikologi dan bisnis University of Southern California, Wendy Wood, mengatakan fokus pada manfaat dari kegiatan dapat membantu mengurangi rasa malas. Ia juga menyarankan mengingat hal yang disukai dari kegiatan tersebut, serta mencari materi yang memotivasi untuk mengembalikan semangat.
4. Melakukan aktivitas fisik ringan
Bergerak atau berolahraga ringan dapat membantu meningkatkan energi dan memperbaiki suasana hati. Aktivitas seperti berjalan kaki, peregangan, atau olahraga sederhana dapat membuat tubuh terasa lebih segar sehingga seseorang lebih siap beraktivitas. Menyelingi kegiatan dengan peregangan juga disebut dapat membantu melancarkan peredaran darah dan oksigen ke otak, yang berdampak pada peningkatan fokus dan berkurangnya kelelahan mental.
5. Menjaga pola tidur dan tidak memaksakan diri
Kurang tidur dapat membuat tubuh lelah dan menurunkan konsentrasi. Saat energi menurun, motivasi untuk beraktivitas cenderung ikut merosot. Karena itu, menjaga pola tidur yang cukup dinilai penting agar tubuh tetap bugar dan pikiran lebih fokus. Profesor madya psikologi di Carleton University Kanada, Dr. Pychyl, menekankan pentingnya tidak memaksakan tujuan hingga mengabaikan kebutuhan tubuh. Ia menyebut kegagalan yang dirasakan terlalu berat dapat memicu kesedihan dan membuat seseorang enggan memulai lagi. Menurutnya, menumbuhkan kasih sayang pada diri sendiri dan berfokus pada masa depan dapat membantu, sambil mengakui bahwa proses pertumbuhan tetap berlangsung.
6. Mengelola stres
Tekanan pekerjaan atau tanggung jawab yang terlalu banyak dapat membuat seseorang kewalahan. Kondisi ini sering memicu rasa malas karena seseorang merasa bingung harus memulai dari mana. Mengelola stres dapat dilakukan dengan beristirahat sejenak, melakukan hobi, atau berbicara dengan orang terdekat untuk membantu memulihkan semangat.
Apakah kemalasan berbahaya bagi kesehatan?
Disebutkan bahwa penelitian mengenai dampak kemalasan terhadap kesehatan masih terbatas. Namun, jika dikaitkan dengan penundaan, terdapat temuan bahwa orang yang tidak menunda memulai kegiatan cenderung mengalami peningkatan pola makan. Sementara itu, kebiasaan menunda pekerjaan dapat memicu tekanan psikologis, seperti kecemasan, penurunan kesejahteraan, dan suasana hati yang memburuk.
Penyebab rasa malas
Selain memahami cara mengatasinya, mengenali faktor pemicu juga penting. Salah satu penyebab umum adalah kurangnya motivasi atau minat pada pekerjaan. Ketika seseorang tidak tertarik pada suatu aktivitas, dorongan untuk melakukannya biasanya berkurang. Rasa malas juga dapat muncul akibat terlalu banyak distraksi, tekanan kerja berlebihan, serta kelelahan fisik dan mental. Dalam kondisi kewalahan menghadapi banyak tugas, seseorang bisa memilih menunda sebagai bentuk menghindari tekanan. Faktor lain seperti kurang tidur, kondisi kesehatan fisik yang menurun, hingga masalah kesehatan mental juga dapat memengaruhi tingkat energi dan motivasi.

