Kue lapis Sambas kian dipandang sebagai simbol tradisi yang sarat makna bagi masyarakat Sambas. Tak hanya dikenal karena cita rasanya, kue tradisional ini juga dinilai perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya setempat.
Semangat pelestarian itu turut diangkat Umar Ramadhan, pengusaha muda asal Sambas yang juga pemilik Minimal Kopi Pontianak serta pegiat kuliner lokal. Ia menilai kue lapis Sambas menyimpan nilai sejarah dan identitas budaya yang kuat, sehingga keberadaannya tidak semata sebagai makanan, tetapi juga pengingat kampung halaman dan sarana membangkitkan tradisi kuliner lokal.
“Saya ingin kue lapis Sambas dikenal lebih luas dan tetap menjadi bagian dari budaya kita. Melalui usaha ini, saya berusaha menghidupkan kembali tradisi yang sempat terlupakan,” kata Umar dalam Obrolan Berkah Ramadhan Pro 2 RRI Sanggau, Selasa, 3 Maret 2026.
Umar juga menyinggung sebutan masyarakat Sambas sebagai “Jawanya Kalimantan” karena tersebar di berbagai wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dorongan untuk memperkenalkan kue lapis Sambas lebih luas, sekaligus membantu masyarakat menghargai dan mengingat akar budaya mereka.
“Melestarikan kue lapis bukan hanya soal bisnis, tapi juga menjaga ingatan dan kebanggaan terhadap kampung halaman. Saya berharap kue ini bisa menjadi penghubung generasi muda dengan tradisi leluhur,” ujarnya.
Ia mengatakan setiap lapis kue yang dijual menyimpan cerita dan cita rasa khas Sambas. Umar berharap upaya ini dapat menginspirasi masyarakat untuk mencintai serta melestarikan kuliner tradisional, sekaligus membuka peluang kreativitas usaha lokal.
“Kue lapis Sambas adalah warisan yang harus dijaga dan dinikmati oleh semua orang. Semoga usaha ini bisa mengangkat nilai budaya dan mendorong generasi muda untuk terus menghargai tradisi lokal,” ucapnya.
Umar pun berharap kepedulian masyarakat terhadap tradisi kuliner Sambas semakin meningkat agar keberadaannya tetap terjaga, dirawat, dan dilestarikan. Ia ingin kue lapis Sambas terus digemari, menjadi identitas budaya, serta memicu lahirnya usaha kreatif lain yang menghargai warisan lokal.

