Jantung pisang merupakan bunga dari pohon pisang yang pada fase berikutnya akan berkembang menjadi buah. Sebelum berubah menjadi buah, bagian ini dapat dipanen dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Selain dikenal memiliki cita rasa khas, jantung pisang juga kerap disebut memiliki manfaat bagi kesehatan, terutama dalam mendukung sistem pencernaan karena sifatnya yang basa.
Meski begitu, mengolah jantung pisang tidak selalu dianggap mudah. Sebagian orang terbiasa merebusnya terlebih dahulu agar tidak pahit, warnanya tetap cerah, dan teksturnya lebih empuk. Namun, sebuah trik yang dibagikan warganet melalui akun YouTube Bunda Dian 01 menunjukkan jantung pisang dapat ditumis tanpa proses perebusan, dengan hasil yang tetap empuk, tidak pahit, dan tidak cepat menghitam.
Langkah awal dimulai dari mengupas kulit luar jantung pisang yang berwarna kemerahan hingga tersisa bagian dalam yang putih. Setelah itu, jantung pisang dipotong sesuai selera. Karena tidak melalui perebusan, proses mengiris disarankan dilakukan langsung di dalam baskom berisi air. Cara ini bertujuan mengurangi perubahan warna akibat oksidasi setelah jantung pisang dipotong. Setelah diiris, potongan jantung pisang dibiarkan terendam sambil menyiapkan bahan tumisan lainnya.
Untuk membantu mengurangi rasa pahit sekaligus menekan perubahan warna, jantung pisang dapat direndam dalam air jeruk nipis atau cuka selama sekitar 15 hingga 30 menit. Kandungan asam disebut dapat membantu menonaktifkan enzim yang memicu penghitaman dan rasa pahit. Alternatif lain yang juga digunakan adalah merendamnya dalam air garam atau air asam. Selain perendaman, penggunaan bumbu seperti bawang merah, terasi, dan cabai juga dapat membantu menutupi rasa pahit agar hidangan lebih nikmat.
Setelah bahan siap, minyak dipanaskan untuk menumis bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, terasi, cabai, dan garam hingga harum. Selanjutnya, jantung pisang yang sudah ditiriskan dimasukkan dan diaduk hingga rata bersama bumbu sampai layu dan matang. Waktu menumis disarankan tidak terlalu lama agar tekstur tetap empuk dan tidak gosong. Tumisan juga dapat dilengkapi bahan lain sesuai selera, misalnya potongan cabai, daun bawang, atau tambahan protein hewani.
Dalam catatan yang beredar, tidak semua jenis jantung pisang umum dikonsumsi. Jenis yang kerap dipilih antara lain kepok, raja, dan batu karena dinilai memiliki rasa yang tidak terlalu pahit serta tekstur lebih lembut. Sementara itu, perubahan warna menjadi hitam pada jantung pisang umumnya terjadi karena proses oksidasi setelah dipotong, sehingga pengirisan di dalam air atau penambahan sedikit perasan jeruk nipis kerap digunakan untuk membantu menjaga tampilannya tetap segar.
Selain sebagai bahan masakan, jantung pisang juga disebut memiliki kandungan serat yang baik untuk pencernaan. Sejumlah klaim lain yang kerap dikaitkan dengan jantung pisang antara lain membantu mengontrol kadar gula darah serta mengandung antioksidan yang berperan dalam daya tahan tubuh.

