Memasak olahan seafood dalam jumlah banyak kerap membuat sebagian makanan tersisa, mulai dari ikan goreng, sup ikan, hingga tumisan cumi atau udang. Sisa makanan ini tidak harus langsung dibuang karena masih bisa disimpan untuk dikonsumsi pada hari berikutnya.
Chef Hotel Santika Cirebon, Aguk Prasetiyo, menyarankan seafood matang disimpan di wadah bersih yang kedap udara. Jika perlu, gunakan plastik wrap untuk memastikan makanan benar-benar tertutup rapat.
Menurut Aguk, seafood matang bisa disimpan di chiller maupun freezer. Namun, bila hanya akan disimpan satu hingga dua hari, chiller dinilai lebih ideal karena proses pencairan saat akan diolah kembali tidak memakan waktu lama.
Ia menjelaskan, makanan yang sudah matang berisiko mengalami penurunan kualitas jika disimpan di freezer. Paparan udara beku dapat membuat sari atau “juice” pada ikan berkurang sehingga rasa yang awalnya gurih bisa berubah menjadi hambar setelah dikeluarkan dari freezer.
Dengan penyimpanan di chiller pada suhu di atas 0 derajat celsius, seafood matang umumnya dapat bertahan sekitar satu sampai dua hari. Meski demikian, daya tahan makanan tetap bergantung pada kebersihan wadah penyimpanan serta proses memasak yang dilakukan. Jika pengolahan dilakukan dengan benar dan higienis, makanan berpeluang bertahan lebih lama.
Sebelum dipanaskan kembali, Aguk mengingatkan agar kualitas makanan diperiksa terlebih dahulu. Bila aromanya sudah tidak sedap, sisa seafood sebaiknya langsung dibuang.

