Mengemudi di bulan Ramadhan memerlukan persiapan ekstra karena perubahan pola tidur kerap memicu rasa kantuk di jalan. Kondisi tersebut dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan bila tidak diantisipasi dengan baik.
Training Director The Real Driving Center, Marcell Kurniawan, menekankan pentingnya menjaga kebutuhan tidur meski harus bangun lebih awal untuk sahur. Menurutnya, orang dewasa tetap membutuhkan waktu istirahat yang cukup setiap hari.
“Waktu tidur kita untuk orang dewasa 6–8 jam per hari itu minimal dia harus tidur,” kata Marcell kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan, bila seseorang harus bangun pada pukul 2 atau 3 dini hari, maka waktu tidur perlu dimajukan sejak malam sebelumnya agar durasi istirahat tetap terpenuhi.
Selain tidur cukup, Marcell juga menyarankan teknik power nap untuk membantu menjaga kebugaran. Tidur singkat sekitar 15 menit dinilai efektif untuk mengembalikan energi dan meningkatkan fokus sebelum kembali beraktivitas.
“Lakukan power nap, tidur sebentar saja 15 menit, itu lumayan recharge badan kita untuk kita fresh lagi,” ujarnya.
Marcell menyebut power nap dapat dilakukan saat jam istirahat siang atau setelah salat, dan bisa diulang menjelang perjalanan pulang kerja.
Di sisi lain, persiapan fisik perlu diimbangi kemampuan pengemudi dalam menilai kondisi diri saat berada di balik kemudi. Pengemudi disarankan memastikan dirinya benar-benar dalam kondisi layak mengemudi.
Marcell menjelaskan, tubuh umumnya memberi tanda saat mulai kelelahan, seperti sering menguap, sulit membuka mata, kehilangan fokus, hingga berpindah lajur tanpa sadar. Tanda-tanda tersebut dinilai sebagai peringatan yang tidak boleh diabaikan.
“Kalau sudah capek, sudah lelah, pinggirkan kendaraan, jangan memaksakan diri, karena risikonya besar,” kata dia.
Berhenti sejenak untuk beristirahat dinilai lebih aman dibanding memaksakan perjalanan dalam kondisi mengantuk. Dengan manajemen tidur yang baik, power nap, serta kesadaran membaca sinyal tubuh, risiko berkendara saat puasa dapat ditekan sehingga pengemudi tetap aman dan nyaman selama beraktivitas di bulan Ramadhan.

