BERITA TERKINI
Sembilan Cara Mengatasi Homesick Saat Tidak Bisa Pulang Kampung

Sembilan Cara Mengatasi Homesick Saat Tidak Bisa Pulang Kampung

Merantau kerap menjadi pilihan banyak orang demi mengejar pendidikan, pekerjaan, atau impian tertentu. Namun, meski lingkungan baru bisa terasa nyaman, rasa rindu pada rumah dan keluarga tetap dapat muncul sewaktu-waktu. Kondisi ini dikenal sebagai homesick, yaitu perasaan rindu terhadap suasana rumah atau orang-orang terdekat yang harus ditinggalkan karena jarak dan tuntutan tertentu.

Dalam banyak situasi, pulang kampung tidak selalu bisa menjadi solusi cepat. Pekerjaan, tugas perkuliahan, hingga kondisi finansial dapat membuat seseorang harus bertahan lebih lama di perantauan. Karena itu, ada beberapa langkah yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi rasa homesick.

1. Mencari kesibukan baru
Waktu luang yang terlalu banyak, terutama jika dihabiskan sendirian di kamar, sering membuat rasa rindu semakin kuat. Mengisi hari dengan aktivitas lain dapat membantu mengalihkan pikiran, misalnya mengunjungi museum, menonton pertunjukan musik, atau berjalan-jalan ke taman sekitar. Bergabung dengan komunitas sesuai minat juga bisa membuka kesempatan mendapat teman dan koneksi baru sehingga lebih betah di tempat baru.

2. Berteman dengan sesama perantau
Berbagi cerita dengan orang yang sama-sama merantau dapat membantu mengurangi beban emosi. Sesama perantau sering memahami situasi yang dihadapi, bahkan bisa menjadi “keluarga” saat hari-hari besar seperti Natal atau Lebaran ketika tidak bisa pulang. Di beberapa kota atau negara, biasanya terdapat organisasi atau perkumpulan perantau berdasarkan daerah asal.

3. Menata kamar senyaman mungkin
Bagi perantau, kamar sering menjadi ruang utama untuk beristirahat sekaligus memulihkan diri. Menata ulang kamar agar lebih nyaman dapat membantu suasana hati. Jika memungkinkan, beberapa barang kesayangan dari rumah bisa diminta untuk dikirim agar kamar terasa lebih akrab. Selain itu, membiarkan pintu dan jendela terbuka beberapa saat agar cahaya matahari masuk juga dapat membantu. Studi dalam jurnal Building and Environment (2022) menyebutkan cahaya matahari terbukti dapat memengaruhi suasana hati, sementara ruangan yang jarang terpapar matahari cenderung memancarkan kesedihan.

4. Berolahraga
Aktivitas fisik tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga dapat membantu memperbaiki suasana hati. Jogging, pergi ke gym, atau sekadar berjalan pagi dan sore dapat menjadi pilihan untuk mengurangi rasa sedih saat merantau. Jika tidak ingin melakukannya sendiri, kini banyak komunitas olahraga yang dapat diikuti.

5. Menjaga komunikasi dengan orang terdekat
Saat belum bisa bertemu langsung, komunikasi dapat membantu meredakan rindu. Mengirim pesan atau melakukan panggilan telepon dan video call dengan orang tua maupun keluarga dapat membuat hubungan terasa tetap dekat. Jika kesibukan menjadi kendala, waktu pagi sebelum bekerja, malam sebelum tidur, atau akhir pekan bisa dimanfaatkan untuk tetap terhubung.

6. Memelihara hewan
Homesick juga bisa muncul karena kesepian, terutama ketika berada sendirian di kamar. Jika memungkinkan dan mendapat izin dari lingkungan sekitar, memelihara hewan dapat menjadi pilihan. Hewan peliharaan bisa menemani dan memberi hiburan, tetapi keputusan ini perlu disertai komitmen untuk mengurusnya secara bertanggung jawab.

7. Mencoba journaling
Bagi sebagian orang, beban pekerjaan atau aktivitas harian dapat memperkuat kerinduan pada rumah, tetapi tidak semua nyaman bercerita kepada keluarga. Menuliskan emosi dan kekhawatiran melalui journaling dapat menjadi cara untuk menyalurkan perasaan. Kebiasaan ini juga dapat membantu menyusun prioritas ketika beban terasa datang bersamaan.

8. Mengingat kembali tujuan merantau
Ada kalanya seseorang tidak bisa langsung menghubungi keluarga atau melakukan hal-hal yang diinginkan saat homesick. Dalam situasi seperti ini, mengingat kembali tujuan merantau dapat membantu bertahan. Menjalani hidup jauh dari orang terdekat memang tidak mudah dan sering menuntut ketahanan mental. Meski begitu, ini tidak berarti seseorang tidak boleh menangis atau memutuskan pulang lebih cepat dari rencana.

9. Berkonsultasi dengan psikolog
Jika rasa sedih, cemas, atau kesepian sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog dapat dipertimbangkan. Perasaan tersebut bisa jadi tidak hanya dipicu homesick, tetapi juga beban lain yang belum disadari. Psikolog dapat membantu mengurai masalah dan mencari langkah penanganan yang sesuai.

Homesick sering kali membuat pulang menjadi keinginan utama, tetapi tidak semua perantau bisa mewujudkannya dalam waktu dekat. Meski tidak mudah, upaya untuk membuat diri lebih betah dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, mulai dari mencari kegiatan, menjaga komunikasi, hingga mencari bantuan profesional bila diperlukan.