Sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner atau industri makanan dan minuman, tercatat menjadi salah satu penggerak penting perekonomian di Kabupaten Way Kanan. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, subsektor ini juga berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Salah satu contoh terlihat dari usaha kuliner milik Weny yang kini mempekerjakan sedikitnya 10 orang karyawan. Ia menyebut sistem pengupahan yang diterapkan dilakukan secara harian, sehingga pekerja mendapatkan kepastian pemasukan setiap hari.
“Kami berupaya membantu sesama dengan membuka lapangan pekerjaan. Saat ini ada 10 orang yang membantu operasional harian dan mereka menerima gaji setiap hari,” ujar Weny, Kamis, 5 Maret 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Way Kanan, Jua Mahardhika, mengatakan data PDRB 2025 menunjukkan kontribusi industri kreatif dari subsektor kuliner di Way Kanan mencapai 15,02 persen. Menurutnya, angka tersebut tergolong signifikan dalam struktur pertumbuhan ekonomi daerah dan berkaitan dengan terciptanya lapangan kerja baru.
“Melihat angka 15,02 persen ini, kontribusinya sangat nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Way Kanan. Efek dominonya pun jelas, yakni penciptaan lapangan kerja yang cukup luas di masyarakat,” kata Jua.
Meski kuliner saat ini mendominasi peta ekonomi kreatif di Way Kanan, Jua menilai masih ada potensi besar pada subsektor lain yang belum digarap secara maksimal. Kondisi ini disebutnya sebagai tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mendorong diversifikasi agar pertumbuhan ekonomi lebih merata.
“Industri kreatif kita masih menyimpan potensi besar karena masih banyak subsektor lain yang belum dikembangkan secara optimal. Sejauh ini memang masih didominasi oleh kuliner, namun ke depan, potensi lain harus mulai kita lirik,” ujarnya.

