BERITA TERKINI
Seksolog Jelaskan Tiga Cara Mengurangi Rasa Takut Menjelang Malam Pertama

Seksolog Jelaskan Tiga Cara Mengurangi Rasa Takut Menjelang Malam Pertama

JAKARTA — Rasa takut atau cemas menjelang malam pertama disebut sebagai hal yang wajar, terutama bagi pasangan yang baru menikah. Namun, stigma dan mitos yang beredar di masyarakat kerap memperburuk kekhawatiran tersebut, salah satunya anggapan bahwa malam pertama pasti terasa sakit.

Seksolog dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM) mengatakan anggapan malam pertama selalu menyakitkan merupakan mitos yang tidak sepenuhnya benar. “Anggapan mengenai malam pertama pasti sakit itu masih terus beredar dari para orang tua yang mungkin kurang paham. Hal ini jadi mitos atau stigma yang menyesatkan,” ujar Haekal dalam acara Satu Dekade Kebahagiaan Bersama Laci Asmara lewat Dasa Asmara Bersua di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Haekal menjelaskan, rasa sakit saat malam pertama umumnya terjadi akibat kesalahan teknis, misalnya kurangnya pemanasan atau foreplay sebelum berhubungan seksual. Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi seksual agar pasangan memiliki pemahaman yang tepat tentang hubungan intim.

“Kalau saat berhubungan sakit dan nyeri, artinya ada yang salah dengan hubungan seksnya. Misalnya kurang foreplay atau pemanasan sebelum berhubungan,” kata Haekal. Menurut dia, hubungan seksual semestinya tidak menimbulkan rasa sakit, melainkan menjadi momen yang menyenangkan dan intim bagi pasangan.

Berikut tiga hal yang disampaikan Haekal untuk membantu mengurangi rasa takut menjelang malam pertama.

1. Memahami pentingnya pemanasan
Haekal menyebut pemanasan atau foreplay dapat membantu mengurangi risiko nyeri saat berhubungan intim. Ia menilai, rasa sakit yang muncul sering kali berkaitan dengan kurangnya persiapan sebelum melakukan hubungan seksual.

2. Saling berkomunikasi
Selain memahami aspek teknis, Haekal menyarankan pasangan untuk membangun komunikasi sebelum malam pertama. Membicarakan perasaan, kekhawatiran, serta harapan dinilai dapat membantu menurunkan kecemasan.

3. Persiapan mental
Persiapan mental juga menjadi bagian penting. Haekal menyarankan pasangan untuk berusaha rileks, tidak terburu-buru, dan menciptakan suasana yang nyaman agar pengalaman malam pertama terasa lebih menyenangkan.

“Sebenarnya hubungan intim tidaklah sakit, tapi seharusnya memberikan kenikmatan bagi kedua pasangan,” tambah dia.

Haekal menegaskan, ketakutan menjelang malam pertama kerap dipicu kurangnya edukasi seksual yang benar. Karena itu, pasangan disarankan mencari informasi dari sumber yang kredibel agar tidak terpengaruh mitos.