Wabah virus corona melanda berbagai negara dengan jumlah korban terinfeksi dan meninggal yang terus bertambah. Situasi ini mendorong masyarakat untuk semakin peduli pada kesehatan, termasuk upaya menjaga daya tahan tubuh.
Di Indonesia, potensi bahan alami yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan. Pemerhati jamu tradisional sekaligus Ketua Umum GP Jamu, Charles Saerang, mengatakan banyak tanaman asli Indonesia yang dipercaya dapat menangkal atau setidaknya menekan risiko dampak virus corona.
“Banyak spesies tanaman asli Indonesia yang dipercaya mampu dan mujarab untuk menjaga kesehatan tubuh, memaksimalkan antibodi, antibiotik alami, dan memaksimalkan imun tubuh,” kata Charles.
Berikut sejumlah bahan herbal dan bumbu dapur yang disebut Charles memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Jahe
Jahe disebut mengandung minyak atsiri yang terdiri dari berbagai senyawa, antara lain seskuiterpen, zingiberen, zingeron, oleoresin, kamfena, limonen, borneol, sineol, sitral, zingiberal, felandren, pati, damar, serta asam-asam organik seperti asam malat dan asam oksalat. Jahe juga disebut mengandung vitamin A, B, dan C, serta senyawa flavonoid dan polifenol. Dari sisi farmakologi, jahe disebut memiliki manfaat seperti karminatif (peluruh kentut), antimuntah, pereda kejang, antipengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti-inflamasi, antimikroba dan antiparasit, antipiretik, antirematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.
Zingiberaceae (ekstrak jahe)
Ekstrak jahe disebut mengandung flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan. Disebut pula bahwa ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan bakteri B. cereus dengan nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) sebesar 165–660 mg (Alzoreky & Nakahara, 2003). Ekstrak jahe juga disebut memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif.
Kunyit
Warna kuning cerah pada kunyit berasal dari senyawa aktif kurkumin. Kurkumin disebut tidak hanya berperan sebagai pewarna, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Sejumlah penelitian disebut menemukan kurkumin memiliki aktivitas antimikroba serta efektif melawan bakteri, virus, dan jamur. Aktivitas antibakteri kurkumin disebut dapat membantu menghentikan infeksi dan menghambat kemungkinan infeksi lebih lanjut dengan bertindak sebagai penghalang dan mengubah mekanisme bakteri masuk ke dalam sel. Kunyit disebut dapat dimanfaatkan dalam masakan maupun untuk pengobatan.
Bawang putih
Bawang putih (Allium sativa) disebut telah lama digunakan untuk memerangi virus dan bakteri. Dalam catatan yang dikutip, ilmuwan asal Prancis Louis Pasteur pada 1958 disebut menemukan bahwa bawang putih bisa membunuh bakteri. Sejak zaman pertengahan, bawang putih juga disebut digunakan untuk membantu menyembuhkan luka dan mencegah infeksi.
Propolis
Propolis disebut berfungsi menangkal penyakit akibat virus dan bakteri. Zat dalam propolis disebut memiliki sifat antioksidan, antikanker, antijamur, anti-inflamasi, antibiotik, antiseptik, anestetik (antinyeri), dan antialergi. Karena itu, propolis disebut bermanfaat untuk membantu menangkal penyakit yang disebabkan bakteri, virus, maupun jamur, termasuk flu, pilek, TBC, hingga flu babi.

