JAKARTA – Pertumbuhan industri kuliner di Indonesia memunculkan tantangan baru dalam pengelolaan operasional usaha. Menjawab kebutuhan tersebut, Runchise menawarkan sistem operasional terintegrasi yang ditujukan untuk membantu pelaku bisnis meningkatkan efisiensi, terutama di tingkat enterprise.
Sejak masuk ke Indonesia pada 2022, Runchise menyebut telah digunakan oleh lebih dari 2.000 brand dan mengelola sekitar 6.000 outlet yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, serta sejumlah wilayah lainnya.
CEO Runchise Daniel Witono mengatakan platform ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan operasional melalui satu sistem terpadu. “Kami hadir untuk menyediakan solusi lengkap pada bisnis kuliner. Sistem kami membantu pemilik usaha meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan,” ujarnya dalam pernyataan, Selasa (19/8).
Runchise menawarkan sejumlah fitur, mulai dari Supply Chain Management, Point of Sales (POS), hingga integrasi dengan layanan pesan antar daring. Untuk mendukung efisiensi layanan di restoran, tersedia pula pemesanan mandiri melalui QR Dine-In dan Self Service Kiosk.
Dari sisi operasional dapur, Runchise menyediakan Kitchen Display System yang menggantikan proses manual berbasis kertas menjadi digital. Sistem ini ditujukan untuk mempercepat koordinasi, meningkatkan akurasi, dan meminimalkan kesalahan dalam alur kerja dapur.
Fitur lain yang disertakan mencakup manajemen meja, multi-station ordering, serta sistem keanggotaan pelanggan. Runchise juga menyediakan laporan komprehensif dan teknologi prediksi penjualan harian berbasis machine learning untuk membantu pemilik usaha dalam pengambilan keputusan strategis.

