BERITA TERKINI
Penulis di Kompasiana Menetapkan Tekad 2025 Menulis Opini Motivasi Kristen

Penulis di Kompasiana Menetapkan Tekad 2025 Menulis Opini Motivasi Kristen

Seorang penulis di platform blog Kompasiana menyampaikan tekadnya sepanjang 2025 untuk rutin menulis opini bertema motivasi Kristen. Dalam catatan yang dipublikasikan pada 14 Januari 2025, penulis menyebut telah menulis lebih dari selusin opini Kristen pada awal tahun ini dan mengapresiasi pembaca yang bersedia singgah membaca.

Penulis menjelaskan, tulisan-tulisan tersebut dibuat dalam format sederhana dan singkat, dengan harapan dapat menjadi “kata-kata penyemangat hidup” bagi pembaca. Ia mengibaratkan tulisannya sebagai benih yang ditabur di hati pembaca agar perlahan bertumbuh menjadi berkat.

Menurut penulis, opini yang dibuat menggunakan kata kunci seputar tips pembaca serta motivasi cinta, dan ditujukan untuk semua kalangan, tidak terbatas pada pembaca dari denominasi tertentu. Ia menyatakan keinginannya memperkenalkan ajaran Kristiani secara umum kepada pembaca dari latar belakang agama dan kepercayaan apa pun yang berkenan membaca dengan terbuka.

Penulis juga menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menggurui atau berkhotbah, serta tidak berfokus pada topik kontroversial yang berpotensi memicu perdebatan panjang. Ia ingin pembaca mengenal Tuhan melalui kesaksian dan pengalaman pribadi yang dinilainya nyata, jujur, dan terbuka.

Dalam tulisannya, penulis menyampaikan bahwa motivasinya menulis bukan semata mengejar jumlah pembaca atau pendapatan. Ia menyebut menulis sebagai pekerjaan yang halal dan mulia, namun tujuan utamanya adalah mewariskan kata-kata yang diharapkan tetap dapat dibaca dan direnungkan di masa depan, termasuk oleh anak dan cucunya.

Penulis menambahkan bahwa ide dan inspirasi tidak hanya bersumber dari kitab suci atau teori ajaran, tetapi juga dari kehidupan sehari-hari, keluarga, serta peristiwa yang terjadi di masyarakat. Ia kemudian mencantumkan sejumlah judul tulisan yang telah dibuat, antara lain “Mengapa Tuhan Izinkan Ada Sakit Penyakit?”, “Jangan Menentang Tuhan, Tapi Tantanglah Dia!”, “Kata-kata Sedemikian Berkuasa, Tak Peduli Seberapa Sederhana!”, hingga tulisan bertema “Tragedi Kebakaran Los Angeles dan Keajaiban Kecil di Dalamnya”.

Di akhir catatan, penulis mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca tulisannya dan menutup dengan doa berkat.