Memadukan makanan dengan minuman beralkohol seperti wine dan cocktail membutuhkan perhatian khusus agar rasa keduanya dapat saling melengkapi. Kombinasi yang tepat akan memperkaya pengalaman rasa, sementara perpaduan yang kurang cocok berpotensi mengurangi kenikmatan keduanya.
Kiki Moka, mixolog terbaik dari Union Group Jakarta, memberikan beberapa panduan praktis dalam memilih pasangan makanan dan cocktail yang serasi. Dalam kesempatan grand opening Uppercut Steakhouse JW Marriott Surabaya pada 14 Juni, Kiki menjelaskan beberapa kombinasi yang sebaiknya diperhatikan.
1. Dessert Berbahan Cokelat
Menurut Kiki, penting untuk memperhatikan karakter rasa (taste notes) agar menemukan kontras yang seimbang. Dessert berbahan cokelat, terutama dark chocolate, memiliki rasa yang kuat dan penuh di mulut. Menggabungkannya dengan cocktail berbahan cokelat cenderung membuat rasa menjadi terlalu berat.
Untuk mengimbanginya, disarankan memilih minuman dengan karakter ringan, seperti cocktail berbasis soda yang bersifat menyegarkan dan dapat membersihkan palate. "Sparkly atau soda itu fungsinya membersihkan palate, jadi lebih refreshing," jelas Kiki. Ia juga mengingatkan untuk menghindari tambahan rasa manis agar tidak menciptakan akhir rasa yang tidak menyenangkan.
2. Dessert Berbahan Susu, Es Krim, atau Sorbet
Untuk dessert yang ringan dengan susu, es krim, atau sorbet buah, kombinasi yang cocok adalah cocktail atau wine yang mengandung rempah seperti kayu manis atau jahe. Perpaduan ini akan memberikan kesegaran yang lebih pada hidangan penutup.
3. Menu yang Digoreng
Ketika menyantap starter atau appetizer ringan yang digoreng, seperti kentang goreng atau breaded chicken, sebaiknya dipadukan dengan minuman yang juga ringan. Terutama jika masih akan ada hidangan utama dan dessert, agar tidak cepat merasa eneg.
White wine atau cocktail dengan rasa asam menjadi pilihan yang baik karena dapat membuka rasa tanpa memberikan kejutan yang terlalu kuat di awal sajian. "Kedua minuman itu bisa membuka rasa, karena di awal lidah masih mencari-cari jati diri. Jadi jangan dikasih kaget," ujar Kiki.
4. Makanan Asia dan Pedas
Bagi yang menyukai makanan dengan cita rasa pedas, khususnya masakan Asia dengan rempah kuat seperti hidangan tradisional Indonesia atau Thailand, sebaiknya memilih minuman yang cenderung manis, seperti sweet wine atau cocktail manis, baik yang bersoda maupun tidak.
Kiki mengingatkan untuk menghindari red wine dengan karakter full body dan cocktail beraroma rempah seperti kayu manis dan jahe, karena dapat membuat rasa menjadi terlalu dominan atau over power.
5. BBQ dan Makanan Panggang
Makanan yang dipanggang menggunakan arang, seperti BBQ, paling cocok dinikmati bersama whisky, baik diminum langsung maupun dalam bentuk cocktail. Minuman ini biasanya memiliki aroma kayu yang khas, seperti jeruk atau maple, sehingga sangat serasi dengan cita rasa panggang.
"Kalau yang diolah dengan charcoal, bisa dengan whisky dan red wine. That's it, sudah paling pas," jelas Kiki.
6. Seafood
Aroma amis pada makanan laut dapat dinetralisir dengan white wine. Selain itu, cocktail berbahan gin atau vodka yang dipadukan dengan bahan seperti serai, kemangi (basil), atau markisa juga sangat cocok untuk menemani hidangan seafood.
Kiki mencontohkan tradisi di Jepang, di mana oyster disantap bersama vodka yang sangat dingin untuk menghilangkan rasa amis, sehingga menciptakan sensasi yang lezat.
7. Steak Daging Merah
Steak dari daging merah seperti sapi, kambing, dan domba umumnya disandingkan dengan red wine. Namun, karakter red wine yang digunakan sebaiknya memiliki tingkat keasaman yang tinggi agar tidak merusak cita rasa steak yang sudah kaya rasa.
Ketujuh panduan ini merupakan acuan umum dalam dunia kuliner, namun tetap dianjurkan untuk menyesuaikan dengan selera masing-masing. Eksperimen dengan kombinasi baru yang sesuai preferensi pribadi juga dapat memberikan pengalaman rasa yang menyenangkan.