INDRAMAYU — Merintis usaha dinilai membutuhkan keberanian, ketekunan, dan konsistensi untuk bertahan di tengah keterbatasan dan tantangan. Hal itu diyakini Nurmala Mulia Utami, perintis usaha cokelat karakter dan cokelat custom di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Dari dapur kecil di rumahnya di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Nurmala memulai usaha berlabel Almasia Chocolate sejak 2022. Ia bercerita, ide usaha tersebut berangkat dari pengalamannya pada 2017 saat membeli cokelat karakter di Cirebon.
“Ide tersebut berawal dari pengalaman saya di tahun 2017 membeli cokelat karakter di Cirebon. Dari situ muncul keinginan kenapa gak buat juga di Indramayu,” kata Nurmala di rumah produksinya, Minggu (25/1/2026).
Seiring waktu, Nurmala menyebut pesanan mulai berdatangan dari berbagai wilayah. Menurut dia, produk yang paling banyak diminati adalah cokelat box custom. Produk itu kerap dipesan untuk momen seperti ulang tahun, pernikahan, hingga perayaan tertentu.
Selain itu, cokelat karakter juga menjadi salah satu produk yang banyak dicari. Bentuknya yang unik membuatnya sering dipilih sebagai hadiah maupun suvenir, misalnya untuk peringatan Hari Guru atau acara seremonial lainnya.
“Cokelat custom ukurannya lebih besar dan cocok dinikmati bersama. Kalau cokelat karakter, bentuknya unik dan lebih pas untuk hadiah atau souvenir,” ujar dia.
Di sisi lain, Nurmala tengah menyiapkan inovasi baru berupa cokelat dengan varian rasa mangga. Ia menilai inovasi menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha. Mengingat mangga merupakan identitas Kabupaten Indramayu, ia ingin menghadirkan ciri khas daerah dalam produk cokelatnya.
Ia berharap varian tersebut dapat memperkuat daya tarik produk sekaligus membuka peluang agar cokelat buatannya kelak dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Indramayu. “Kalau saya sih optimistis, perpaduan cokelat dan cita rasa mangga dapat menjadi daya tarik tersendiri,” kata Nurmala.
Selain pengembangan produk, Nurmala juga menyampaikan harapannya agar usahanya dapat membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. Ia ingin Almasia Chocolate tumbuh lebih besar dan dikenal luas, sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh lingkungan setempat.
“Keinginannya, warga sekitar bisa ikut terlibat dan bekerja bersama. Saya juga berharap cokelat ini bisa jadi identitas Indramayu, misalnya sebagai oleh-oleh khas daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Imam Mahdi, menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Pemerintah daerah, kata dia, mendukung pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk bimbingan teknis dan pelatihan yang diselenggarakan pemerintah daerah maupun provinsi dan pusat.
Menurut Imam, dukungan juga dilakukan lewat monitoring dan evaluasi rutin agar produk yang dihasilkan terus berkembang. “Pelaku ekraf juga dilibatkan dalam kegiatan promosi, mulai dari pameran tingkat lokal hingga nasional, difasilitasi pengurusan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta diikutsertakan dalam lomba-lomba sesuai bidangnya,” ujar Imam saat dihubungi.
Ia menambahkan, Pemda Indramayu memiliki program car free night (CFN) dan car free day (CFD) yang dapat dimanfaatkan pelaku kreatif untuk mempromosikan produk. Pemerintah daerah juga berupaya menyelenggarakan berbagai event lokal dan nasional guna memberi ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk pelaksanaan CFD dan CFN secara berkelanjutan.

