Musim perayaan Tahun Baru Imlek Tahun Kuda kian dekat. Selain ritual yang terus dilestarikan dan tradisi yang diceritakan kembali, hidangan khas Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam) juga menjadi bagian penting dari suasana perayaan. Bagi sebagian wisatawan, pengalaman kuliner bahkan menjadi salah satu pendorong utama dalam memilih tujuan perjalanan.
Survei Booking.com mencatat, 58% wisatawan Vietnam mengaku memilih destinasi baru karena ingin mengeksplorasi kuliner tradisional lokal yang unik. Menyambut Tahun Baru, Country Director Booking.com di Vietnam, Branavan Aruljothi, menyarankan sejumlah destinasi bagi pelancong yang ingin mencicipi “hidangan pembawa keberuntungan” sekaligus menyelami ritual khas Tahun Baru Imlek, baik di Vietnam maupun di berbagai wilayah Asia.
Hue, Vietnam
Hue, bekas ibu kota kekaisaran Vietnam yang terletak di sepanjang Sungai Perfume, memiliki perayaan Tahun Baru Imlek yang lekat dengan ritual kerajaan, tradisi keluarga, dan makanan khas setempat. Di kota ini, wisatawan kerap mencari berbagai hidangan lokal seperti sup mie daging sapi Hue, nasi kerang, sup mie kerang, “nasi neraka”, sup manis Hue, sate babi bakar Hue, sup mie beras Nam Pho, udang asam Hue, serta aneka kue tradisional seperti banh beo, banh bot loc, banh nam, banh khoai, dan banh ram it.
Selama Tahun Baru Imlek, keluarga-keluarga di Hue juga menyiapkan banh chung—kue ketan persegi berisi kacang hijau dan daging babi yang dibungkus daun dong. Banh chung dipandang melambangkan bumi, kelimpahan, rasa syukur, dan penghormatan kepada leluhur. Sementara banh day yang berbentuk bundar melambangkan langit, sejalan dengan konsep Vietnam “Langit itu bulat, Bumi itu persegi.” Proses membuat banh chung untuk Tet disebut telah menjadi ritual turun-temurun, sekaligus momen berkumpulnya banyak generasi untuk menyiapkan dan menjaga panci kue sepanjang malam.
Branavan Aruljothi mengaku terkesan saat berkunjung ke Hue pada masa Tet karena dapat merasakan suasana tradisional melalui kegiatan seperti mengunjungi kuil, beribadah kepada leluhur, hingga berjalan di pasar bunga yang ramai. Di Hue, Tet juga diawali ritual mendirikan tiang Tahun Baru menurut upacara tradisional Dinasti Nguyen. Di Benteng Kekaisaran, para penjaga berkostum istana abad ke-19 melakukan upacara mendirikan tiang bambu tinggi yang diyakini dapat mengusir roh jahat. Upacara ini menandai dimulainya libur Tahun Baru Imlek bagi seluruh istana dan hanya diperagakan kembali pada periode perayaan.
Yangshuo, Tiongkok
Yangshuo di Provinsi Guangxi dikenal dengan pegunungan kapur dan lanskap Sungai Li. Saat Tahun Baru Imlek, hidangan keluarga tradisional setempat disebut tidak lengkap tanpa ikan (yu), yang dalam bahasa Mandarin berhomonim dengan “kelimpahan” dan dimaknai sebagai simbol kemakmuran serta keberuntungan.
Warga setempat kerap menyajikan ikan utuh sebagai lambang keutuhan. Menurut adat, ikan tidak dihabiskan seluruhnya dan sebagian disisakan untuk melambangkan “kelimpahan” di tahun baru. Pengunjung dapat menikmati ikan kukus dengan jahe, daun bawang, dan kecap di restoran tepi sungai, atau mengikuti kelas memasak untuk menyiapkan hidangan tersebut.
Selain kuliner, suasana Tahun Baru Imlek di Yangshuo juga ditandai lampion merah dan tarian barongsai di halaman desa. Wisatawan dapat menaiki rakit bambu untuk menikmati panorama pegunungan kapur atau berjalan di jalan pedesaan untuk merasakan ritme kehidupan setempat.
Jeonju, Korea Selatan
Jeonju, ibu kota dan kota terbesar Provinsi Jeonbuk, kerap disebut sebagai “ibu kota kuliner” Korea Selatan. Saat Tahun Baru Imlek, salah satu hidangan yang menonjol adalah tteokguk, sup kue beras yang melambangkan umur panjang dan awal yang baik. Kue beras oval di dalamnya dipandang menyerupai koin kuno, yang menyiratkan harapan akan kekayaan dan kemakmuran.
Di Jeonju, tteokguk umumnya dibuat dari kaldu sapi yang disaring hingga jernih, lalu disajikan dengan irisan tipis telur, rumput laut, dan daging sapi, mengikuti resep keluarga yang diwariskan lintas generasi. Di luar pengalaman makan, pengunjung dapat berjalan-jalan di Desa Hanok Jeonju yang memiliki ratusan rumah kayu tradisional dan berkaitan dengan seni pertunjukan tradisional, ritual leluhur, serta perayaan Tahun Baru. Kota ini juga dikenal dengan gang-gang makanan, toko kerajinan, dan kuil-kuil kuno yang mencerminkan warisan seni dan kulinernya.
Ipoh, Malaysia
Di Ipoh, perayaan Tahun Baru Imlek digambarkan sebagai perpaduan warisan budaya yang berakar dari Tiongkok dan tradisi kuliner lokal. Salah satu hidangan khasnya adalah yu sheng, salad ikan mentah berwarna-warni yang diaduk bersama dalam ritual “lo hei”. Warga setempat meyakini ritual tersebut membawa kekayaan, kesuksesan, dan keberuntungan, dengan tiap bahan dimaknai sebagai berkah—misalnya sayuran iris yang melambangkan pertumbuhan dan saus manis yang melambangkan kehidupan harmonis.
Restoran di Ipoh disebut kerap mengadaptasi yu sheng dengan gaya masing-masing menggunakan bahan lokal segar dan saus buatan sendiri. Branavan Aruljothi juga menyebut, setelah menikmati kuliner, pengunjung dapat mendatangi pasar malam seperti Pasar Malam Ipoh atau Pasar Malam Gunung Rapat. Daya tarik lain Ipoh meliputi arsitektur kolonial Inggris di Kota Tua, kuil gua seperti Perak Tong, serta opsi perjalanan sehari ke Cameron Highlands.
Taipei, Taiwan (Tiongkok)
Di Taipei, Tahun Baru Imlek digambarkan sebagai perpaduan jajanan kaki lima dan jamuan reuni keluarga. Salah satu hidangan populer adalah pangsit (jiǎozi) yang bentuknya menyerupai batangan emas kuno (yuanbao) dan dipercaya membawa keberuntungan. Dalam legenda yang disebutkan, semakin banyak pangsit dimakan, semakin kaya seseorang di tahun baru.
Hidangan lain yang juga digemari adalah mi kaki babi rebus (zhu jiao mian xian), yang terdiri dari kaki babi rebus dan mi panjang umur. Masyarakat setempat meyakini kaki babi melambangkan “mempertahankan” keberuntungan, sementara mi panjang yang tidak dipotong melambangkan harapan akan kesehatan yang langgeng. Selama periode perayaan, pengunjung dapat merasakan suasana meriah di Jalan Dihua, sebuah distrik bersejarah yang berubah menjadi pasar Tahun Baru Imlek dengan aneka makanan kering khas, manisan tradisional, dan aroma resep yang telah bertahan selama berabad-abad.

