BERITA TERKINI
Menikmati Hidangan Tahu dan Sapo yang Dimasak dengan Teknik Clay Pot di Jogja

Menikmati Hidangan Tahu dan Sapo yang Dimasak dengan Teknik Clay Pot di Jogja

Teknik memasak menggunakan mangkuk tanah liat atau clay pot telah dikenal sejak zaman Romawi kuno dan kini diterapkan di berbagai wilayah seperti Eropa, Asia Tenggara, serta Asia Timur termasuk China. Metode ini dipercaya dapat menghasilkan hidangan yang empuk, kaya rasa, dan lebih sehat.

Clay pot merupakan mangkuk dari tanah liat yang direndam dalam air sebelum digunakan untuk memasak. Proses perendaman ini memungkinkan clay pot menyerap air sehingga saat dipanaskan, uap yang dilepaskan dapat menjaga tekstur dan cita rasa makanan tetap optimal. Selain itu, teknik ini menggunakan sedikit minyak sehingga mengurangi kandungan lemak dan risiko masakan menjadi gosong.

Di Yogyakarta, Pandansari Restaurant yang berlokasi di Hotel Santika Premiere Jogja menghadirkan promo "Clay Pot Fest" sepanjang bulan April. Selama periode promosi, pengunjung dapat menikmati berbagai menu sapo yang dimasak dalam clay pot, seperti sapo berbahan dasar daging sapi, ayam, aneka seafood, terong, hingga tahu (tofu) sapo.

Menurut Sulendra, Restaurant and Beverage Manager Hotel Santika Premiere Jogja, memasak dengan clay pot memungkinkan bumbu meresap ke dalam makanan sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang kaya. Contohnya, Chicken Sapo yang dimasak langsung di dalam clay pot dengan bumbu khusus menghasilkan daging ayam yang empuk dan berbumbu merata.

Selain keunggulan tekstur dan rasa, metode memasak ini juga menjaga nutrisi dan aroma makanan lebih terjaga dibandingkan metode lain seperti menggoreng atau menumis, ujar Nurul Mardhotillah, Public Relation Hotel Santika Premiere Jogja.

Harga hidangan clay pot di restoran ini dimulai dari Rp 39.000 per porsi (nett). Promo ini berlaku hingga akhir April 2014 dan menjadi kesempatan menarik untuk mencoba keunikan teknik memasak tradisional yang menawarkan cita rasa berbeda.