BERITA TERKINI
Pemkot Ternate Kembangkan Wisata Rempah sebagai Daya Tarik Baru

Pemkot Ternate Kembangkan Wisata Rempah sebagai Daya Tarik Baru

Ternate, Maluku Utara, memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah-rempah yang menarik perhatian bangsa Eropa sejak abad ke-15. Komoditas seperti cengkih dan pala menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya diminati oleh pedagang lokal, tetapi juga oleh para pedagang dari Tiongkok dan Arab sejak zaman dahulu.

Pemerintah Kota Ternate kini berupaya menghidupkan kembali daya tarik rempah-rempah sebagai magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi daerah. Langkah ini dilakukan melalui pengembangan Ternate sebagai destinasi wisata rempah-rempah yang dilengkapi dengan upaya pelestarian wisata budaya dan sejarah yang selama ini telah dikenal.

Revitalisasi dan Pengembangan Infrastruktur

  • Penataan dan revitalisasi kawasan rempah, termasuk pelestarian cengkih afo di Kelurahan Marikurubu, yang merupakan tanaman cengkih tertua di dunia dengan usia lebih dari 400 tahun.
  • Peremajaan tanaman cengkih dan pala milik petani dengan bantuan bibit serta pelarangan pengalihfungsian lahan perkebunan rempah.
  • Revitalisasi benteng peninggalan bangsa Eropa, seperti Benteng Oranje yang dibangun pada abad ke-16, menggunakan dana dari pemerintah pusat.
  • Pembangunan museum rempah yang akan menampilkan koleksi dan informasi sejarah rempah dari masa lalu hingga saat ini.
  • Pendirian pasar rempah di Kota Baru, Kecamatan Kota Ternate Selatan sebagai pusat perdagangan rempah lokal dan regional. Anggaran pembangunan pasar ini telah diajukan ke Kementerian Perdagangan dengan nilai Rp6 miliar dari usulan awal Rp12 miliar.

Peningkatan Ekonomi Melalui Industri Kecil Menengah

Pengembangan wisata rempah di Ternate diharapkan juga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) berbahan baku rempah. Dukungan diberikan berupa bantuan modal, peralatan, dan pelatihan untuk produksi berbagai produk olahan.

  • Produk olahan pala seperti sirup pala yang memiliki manfaat sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit, termasuk gangguan pencernaan, hipertensi, dan insomnia.
  • Manisan pala dan produk lainnya yang berfungsi sebagai penghilang bau mulut dan antibakteri mulut.
  • Kopi rempah, minuman yang dahulu menjadi favorit para sultan Ternate, kini diminati oleh penikmat kopi lokal dan internasional.
  • Kerajinan tangan berbasis rempah, seperti miniatur kapal layar dari bunga cengkih dan kerajinan kayu berbentuk rempah pala sebagai gantungan kunci.
  • Pembuatan batik dengan motif rempah, menggunakan pewarna alami dari bahan rempah-rempah seperti pala dan cengkih.

Selain itu, Pemkot Ternate menyediakan paket wisata rempah yang memungkinkan pengunjung mengunjungi objek wisata rempah dan IKM penghasil produk olahan rempah, termasuk melihat langsung proses produksinya. Untuk memudahkan akses wisatawan, telah dibangun swalayan Taranoate dan pasar wisata yang menawarkan berbagai produk khas Ternate.

Optimisme Peningkatan Kunjungan Wisatawan

Pemerintah Kota Ternate optimistis bahwa pengembangan destinasi wisata rempah akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dari kurang dari 5.000 orang per tahun menjadi lebih dari 20.000 orang. Selain menikmati keindahan dan kekayaan budaya, wisatawan diharapkan membawa pulang cinderamata produk lokal sebagai kenang-kenangan khas Ternate.