BERITA TERKINI
Mengenal Nastar Premium: Kunci Bahan, Teknik, dan Pilihan Butter untuk Tekstur Lumer

Mengenal Nastar Premium: Kunci Bahan, Teknik, dan Pilihan Butter untuk Tekstur Lumer

Nastar premium kerap menjadi pilihan untuk sajian Lebaran karena dikenal memiliki tekstur halus, lembut, dan mudah lumer di mulut. Pembeda utamanya bukan sekadar tampilan, melainkan kualitas bahan dan ketelitian teknik pembuatan yang berpengaruh langsung pada aroma, rasa, serta hasil akhir kue.

Kualitas bahan jadi penentu utama

Faktor yang paling membedakan nastar premium dari nastar biasa adalah pemilihan bahan. Pada nastar premium, butter atau mentega berkualitas tinggi lebih diutamakan dibanding margarin. Beberapa merek yang kerap digunakan antara lain Wijsman, Royal Krone, serta Elle & Vire. Mentega berkualitas tinggi dinilai mampu memberikan aroma dan rasa yang lebih kaya, sekaligus menghasilkan tekstur yang lebih lembut dengan karakter “melt-in-mouth”.

Pemilihan tepung juga menjadi perhatian. Tepung terigu protein rendah seperti Kunci Biru atau Cakra Kembar disebut cocok karena menghasilkan tekstur lebih ringan dan tidak keras. Selain itu, penggunaan bahan tambahan seperti susu bubuk premium (full cream), kuning telur ayam kampung, dan vanilla beans asli (bukan essence) disebut dapat menambah dimensi rasa yang lebih kompleks.

Untuk isian, nastar premium umumnya memakai selai nanas buatan sendiri dari buah nanas segar pilihan, bukan selai kemasan. Proses memasaknya juga cenderung lebih lama agar konsistensinya tepat dan rasa nanasnya lebih intens.

Teknik pembuatan lebih teliti dan memakan waktu

Selain bahan, teknik pembuatan turut menentukan hasil. Pengadukan adonan dilakukan hati-hati untuk mendapatkan konsistensi yang pas—tidak terlalu kering maupun terlalu lembek. Adonan juga biasanya diistirahatkan di lemari pendingin sebelum dibentuk, dengan tujuan memadatkan mentega sekaligus membantu pengembangan rasa.

Pembentukan nastar premium dilakukan lebih presisi agar ukuran seragam dan bentuk rapi. Saat dipanggang, suhu cenderung dibuat lebih rendah, sekitar 150–160°C, dengan waktu lebih lama. Metode ini ditujukan untuk menghasilkan kematangan merata: bagian luar keemasan, sementara bagian dalam tetap lembut.

Tekstur dan rasa yang lebih “unggul”

Kombinasi bahan premium dan teknik yang teliti menghasilkan nastar dengan tekstur “ngeprul” atau remah halus dan lembut, serta sensasi lumer di mulut. Dibanding nastar biasa yang bisa cenderung keras atau terlalu rapuh, nastar premium disebut memiliki tekstur lebih halus dan buttery.

Dari sisi rasa, nastar premium menawarkan perpaduan manis, gurih dari butter, serta asam segar dari selai nanas yang lebih seimbang. Aroma butter dan vanilla yang kuat kerap menjadi penanda kualitasnya.

Rekomendasi butter untuk nastar premium

Butter disebut sebagai “jantung” nastar premium. Beberapa pilihan yang direkomendasikan meliputi Wijsman yang dikenal klasik dan populer karena aroma khasnya; Anchor Unsalted Butter dari Selandia Baru yang memiliki kadar lemak tinggi; Elle & Vire dari Prancis dengan karakter rich dan creamy; Lurpak Unsalted Butter dari Denmark yang memberi aroma butter kuat; serta Royal Krone sebagai alternatif yang lebih terjangkau namun tetap menghasilkan aroma harum.

Untuk hasil tertentu, sejumlah chef profesional juga menggunakan kombinasi butter dan margarin khusus cookies dengan perbandingan 70:30 atau 80:20. Perpaduan ini ditujukan untuk mendapatkan tekstur yang ideal sembari tetap menjaga rasa premium dari butter.