BERITA TERKINI
Mengenal Butterfly Era: Arti, Asal-Usul Istilah, dan Tanda-tandanya

Mengenal Butterfly Era: Arti, Asal-Usul Istilah, dan Tanda-tandanya

Istilah “Butterfly Era” belakangan kerap muncul di media sosial, terutama TikTok, untuk menggambarkan perasaan campur aduk saat seseorang sedang jatuh cinta atau berada di dekat orang yang disukai. Dalam fase ini, seseorang biasanya merasakan gugup sekaligus bahagia, seperti ada “kupu-kupu” yang beterbangan di dalam perut.

Di TikTok, pengalaman tersebut sering dibagikan melalui tagar #ButterflyEra. Kontennya umumnya menampilkan momen-momen ketika seseorang terlihat canggung, berdebar, atau merasa hari-harinya menjadi lebih berwarna saat dekat dengan pujaan hati.

Secara makna, Butterfly Era merujuk pada sensasi gugup dan berdebar-debar yang muncul bersamaan dengan rasa senang. Metafora “kupu-kupu” dipakai untuk menjelaskan rasa tidak nyaman yang justru terasa menyenangkan ketika sedang jatuh cinta.

Adapun asal-usul istilah ini berkaitan dengan ungkapan bahasa Inggris “butterflies in your stomach”. Ungkapan tersebut telah lama digunakan untuk menggambarkan perasaan cemas dan gembira yang sering dialami seseorang saat berada di situasi emosional tertentu, termasuk ketika dekat dengan orang yang disukai. Dalam perkembangannya, istilah itu kemudian diadaptasi menjadi “Butterfly Era” dan digunakan sebagai bahasa gaul yang populer di media sosial.

Beberapa tanda yang kerap dikaitkan dengan Butterfly Era antara lain munculnya gugup berlebihan saat berhadapan dengan orang yang disukai, seperti jantung berdebar lebih cepat, tangan berkeringat, atau kesulitan berbicara dengan lancar. Selain itu, fase ini juga dapat ditandai perasaan bahagia yang intens, ketika momen sederhana terasa lebih menyenangkan dan bermakna.

Tanda lain yang sering disebut adalah perilaku salah tingkah atau canggung, misalnya menjadi lebih banyak berpikir sebelum berbicara atau bertindak tidak seperti biasanya. Dalam beberapa kasus, seseorang juga bisa kehilangan fokus karena pikirannya kerap tertuju pada orang yang disukai, termasuk membayangkan pertemuan berikutnya atau mengkhayalkan masa depan bersama.

Butterfly Era juga dikaitkan dengan meningkatnya dorongan untuk berkarya atau lebih kreatif, seperti menulis, membuat karya seni, atau mengekspresikan perasaan lewat cara-cara lain. Selain itu, orang yang mengalaminya cenderung lebih sering mencari kesempatan untuk bertemu atau berkomunikasi, baik dengan menghadiri acara yang sama maupun memperbanyak interaksi.

Secara umum, Butterfly Era dipahami sebagai fase emosional yang menggambarkan dinamika perasaan saat jatuh cinta: ada gugup, ada euforia, dan ada keinginan untuk lebih dekat. Jika seseorang merasakan sejumlah tanda tersebut, bisa jadi ia sedang berada dalam fase yang oleh warganet disebut Butterfly Era.