BERITA TERKINI
Mengenal Alu Ndene, Kudapan Tradisional Ende-Lio Berbahan Saripati Singkong

Mengenal Alu Ndene, Kudapan Tradisional Ende-Lio Berbahan Saripati Singkong

Ende di Nusa Tenggara Timur dikenal luas sebagai daerah yang lekat dengan sejarah lahirnya butir-butir Pancasila serta memiliki ikon alam Danau Kelimutu. Lanskap pegunungan dan pantai yang eksotik turut melengkapi daya tariknya, termasuk ragam kuliner lokal yang sederhana namun menguatkan.

Di antara aneka pangan tradisional seperti Jagung Bose, Uwi Ndota (singkong atau ubi kayu cincang), kopi lokal pegunungan Lio, hingga minuman tradisional Moke Putih, terdapat satu kudapan yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Ende-Lio, yakni Alu Ndene.

Pengalaman mengolah Alu Ndene diceritakan bermula saat penulis berkunjung ke Pulau Ende dalam rangka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) beberapa bulan lalu. Di wilayah pesisir, penulis berkesempatan bergabung bersama ibu-ibu PKK untuk mengolah Alu Ndene, makanan yang bersumber dari singkong—tanaman pangan yang akrab dengan keseharian warga.

Secara istilah, “Alu” merujuk pada tepung saripati singkong yang diperoleh dari endapan air perasan parutan singkong. Tepung singkong yang telah dikeringkan inilah yang menjadi bahan dasar utama Alu Ndene. Sementara “Ndene” adalah aktivitas atau proses mengolah tepung Alu menjadi adonan kudapan yang siap dinikmati.

Proses pembuatannya dimulai dengan memilih singkong berkualitas, mengupas kulit, dan membersihkannya hingga higienis. Singkong kemudian diparut atau dicincang halus, diberi sedikit air, lalu diperas untuk mengeluarkan saripatinya. Saripati tersebut diendapkan hingga menjadi tepung, kemudian dikeringkan sebelum diolah lebih lanjut menjadi Alu Ndene.