Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal saleh. Dalam bulan suci ini, pembukaan pintu surga kerap dimaknai sebagai simbol limpahan pahala dan keberkahan yang disediakan Allah SWT, sementara dibelenggunya setan dipahami sebagai berkurangnya godaan untuk berbuat maksiat.
Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan Ramadhan dengan optimal. Sebagian justru merasa kurang bersemangat dan diliputi rasa malas dalam menjalani ibadah. Kondisi ini dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kelelahan, kurangnya motivasi, hingga minimnya pemahaman tentang keutamaan ibadah di bulan Ramadhan.
Berikut beberapa langkah yang disebutkan untuk membantu mengatasi rasa malas agar ibadah selama Ramadhan dapat dijalankan dengan lebih baik dan lebih khusyuk.
1. Tidak tidur setelah Subuh
Pagi hari disebut sebagai waktu yang penuh keberkahan. Karena itu, waktu setelah Subuh dianjurkan untuk diisi dengan aktivitas positif seperti berdzikir, membaca Alquran, atau kegiatan bermanfaat lainnya. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Keberkahan umatku ada di pagi hari.” (HR. Abu Dawud). Langsung tidur setelah Subuh dikhawatirkan membuat seseorang kehilangan waktu produktif dan justru merasa lemas sepanjang hari.
2. Mencukupi istirahat agar kuat beribadah
Agar tetap bertenaga saat menjalankan rangkaian ibadah, tubuh perlu istirahat yang cukup. Salah satu yang dianjurkan adalah tidur siang atau qailulah. Dalam hadits disebutkan, “Tidurlah qailulah (tidur siang), karena setan tidak tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim). Tidur siang tidak bersifat wajib, tetapi dapat membantu menjaga kebugaran sehingga lebih siap menjalankan ibadah malam seperti sholat Tarawih dan membaca Al-Qur’an.
3. Meluruskan niat hanya untuk Allah
Ibadah ditekankan untuk dilakukan dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah. Meluruskan niat dinilai dapat membantu menjaga konsistensi dan menguatkan motivasi, terutama ketika rasa malas muncul.

