Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah tidak berhenti pada kegiatan memasak lalu membagikan makanan ke sekolah. Di balik satu kotak makanan yang diterima siswa, terdapat rangkaian proses yang melibatkan standar kebersihan ketat, pengawasan berlapis, serta uji higienitas untuk memastikan makanan aman dikonsumsi anak-anak.
Untuk melihat proses tersebut dari dekat, penelusuran dilakukan di dua dapur penyedia MBG, yakni Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Palmerah di Jakarta dan SPPG Cinere di Depok. Dari dua lokasi ini terlihat bahwa alur kerja MBG dimulai sejak pengadaan bahan, pemeriksaan, pencatatan, pengolahan, hingga kontrol kebersihan selama produksi.
Proses MBG bermula dari tahap paling hulu, yaitu pengadaan dan pengecekan bahan baku. Di SPPG Cinere, bahan makanan seperti sayur, lauk, dan bumbu didatangkan setiap pagi dari pemasok yang telah lolos verifikasi. Petugas gudang memeriksa kelayakan bahan satu per satu sebelum diterima untuk diolah.
Pemeriksaan dilakukan dengan kriteria tertentu. Sayur harus dalam kondisi segar, daging tidak boleh merupakan hasil pembekuan ulang, sementara bahan kering seperti beras dan telur disimpan terpisah mengikuti standar penyimpanan pangan. Selain itu, setiap bahan yang masuk juga dicatat ke dalam sistem pelacakan agar setiap batch makanan yang dikirim ke sekolah dapat ditelusuri kembali jika muncul keluhan atau masalah di lapangan.
Pengawasan pada tahap ini dilakukan oleh petugas keamanan pangan yang memastikan bahan sesuai standar gizi dan higienitas. Salah satu penanggung jawab dapur di Cinere menyebutkan bahwa bahan yang tidak memenuhi standar kesegaran akan langsung dikembalikan kepada pemasok. Prosedur tersebut diterapkan untuk mencegah bahan yang tidak layak masuk ke proses produksi.
Setelah lolos pemeriksaan, bahan ditempatkan di area persiapan. Pekerja diwajibkan mengenakan perlengkapan seperti sarung tangan, masker, dan penutup kepala sebagai bagian dari sistem higiene harian yang harus dipatuhi.
Tahap berikutnya adalah pengolahan di dapur utama. Di SPPG Palmerah, aktivitas dimulai sejak dini hari. Para juru masak bekerja dengan sistem terjadwal menyiapkan menu bergizi seimbang yang telah ditentukan setiap hari oleh ahli gizi.
Di ruang pengolahan, seluruh kegiatan dilakukan mengikuti prosedur standar, mulai dari pencucian bahan, pemotongan, hingga proses memasak. Peralatan yang digunakan berbahan stainless steel untuk menekan risiko kontaminasi silang. Dapur ini juga menjalani proses sertifikasi higiene dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai penanda bahwa pengolahan makanan memenuhi syarat sanitasi dan keamanan pangan.
Koordinator dapur Palmerah, Saiful, menjelaskan bahwa timnya menjaga kebersihan pada setiap tahap produksi. Rangkaian kerja ini menjadi bagian dari upaya memastikan makanan yang diproduksi dan disalurkan melalui program MBG tetap memenuhi aspek gizi sekaligus keamanan konsumsi bagi siswa.

